MU Makin Kompetitif, Masih Mampukah Ronaldo Jadi “Pembeda”?

Dunia Bola Amir Machmud —Rabu, 1 Sep 2021 11:16
    Bagikan  
MU Makin Kompetitif, Masih Mampukah Ronaldo Jadi “Pembeda”?
MU Makin Kompetitif, Masih Mampukah Ronaldo Jadi “Pembeda”?/Pinterest

MATA JATENG

Oleh: Amir Machmud NS

 

SIMAKLAH meme ini, foto Cristiano Ronaldo diberi narasi berbahasa Jawa, “Yo piye-piye aku ki cah Emyu, Mas. Ora mungkin aku gabung City. Kuwi jenenge aku medot oyot, kacang ninggal lanjaran. Ora ilok, nek jare wong Portugal” (“Bagaimanapun saya ini anak MU, Mas. Tidak mungkin saya gabung City. Itu namanya aku memutus akar, kacang meninggalkan sulurnya. Pamali, kata orang Portugal”).

Meme nakal yang (pasti) diunggah oleh fans Manchester United itu, sejak akhir pekan kemarin banyak beredar di media sosial. Idenya menggambarkan perasaan lega, karena bintang kesayangan mereka, yang pernah memperkuat MU pada 2003-2009 akhirnya kembali bergabung ke Old Trafford. Gugurlah spekulasi awal yang menyebutkan dia akan hijrah dari Juventus ke Manchester City, rival MU.

Di balik kelegaan itu, muncul analisis-analisis tentang seberapa besar peran Ronaldo untuk mengangkat permainan Setan Merah.

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 1 September 2021 Libra Keuangan Baik-Baik Saja, Virgo Bisa Memperbaiki Keuangan

Baca juga: Bocoran Ikatan Cinta Malam Ini Selasa 31 Agustus 2021, Nino Bersikeras Menceraikan Elsa dan Mencurigai Anak yang di Kandung Elsa Bukan Anaknya


Makin Kompetitif

MU jelas makin kompetitif dengan kembalinya salah satu pemain terbaik dalam sejarah mereka. Setelah melewati masa-masa kejayaan di Old Trafford pada 2003-2009, Ronaldo bertualang di Real Madrid sepanjang 2009-2018, lalu hijrah ke Juventus selama tiga musim sebelum balik kandang ke “kesultanannya” untuk durasi kontrak dua tahun.

CR7 tentu jauh dari kesegaran seperti ketika bahu membahu bersama Wayne Rooney di bawah bimbingan Alex Ferguson. Kedahsyatannya sebagai pemilik lima trofi Ballon d’Or pastilah pula tak seperti kiprahnya sebagai “sultan” bersama Los Blancos. Namun dengan segala kekurangan -- terutama dalam kecepatan karena faktor perambatan usia -- penampilannya bersama Juventus, tetap menunjukkan Ronaldo mampu menjadi “faktor pembeda”.

Gol demi gol, assist, dan kepemimpinan adalah faktor-faktor yang tetap melekat pada diri bintang 36 tahun asal Portugal itu. Apalagi kini dia dalam atmosfer kegembiraan kembali ke “habitat” klub yang meroketkannya. Ronaldo akan berkolaborasi dengan sejumlah pemain bintang dari semua segmen usia.

Dia kembali bekerja sama dengan eks sejawatnya di Madrid, Raphael Varane. Lalun berkolaborasi dengan kompatriotnya, Bruno Fernandes yang sekarang menjadi dirigen permainan MU. Bertemu pula dengan Paul Pogba, yang sempat disebut-sebut akan disatukan di Juventus. Juga dengan Mason Greenwood dan Jadon Sancho, dua bintang masa depan Setan Merah.

Dengan sisa-sisa kesegarannya, mampukah Ronaldo menjadi faktor pembeda bagi Pasukan Ole Gunnar Solskjaer?

Baca juga: Foto Arya Saloka dan Amanda Manopo Menjadi Sorotan? Berikut Pejelasannya

Baca juga: Yatim Piatu Korban Covid-19 Dapat Perlindungan, Inilah Caranya


Cepat Beradaptasi

Secara filosofis dan kultur, Ronaldo sudah sangat paham dengan MU. Dia dikenal sebagai bintang yang cepat bertadaptasi dengan tim dan atmosfer liga-liga. Dalam hal kebugaran, dia termasuk kategori langka seperti halnya Zlatan Ibrahimovic dan Paolo Maldini.

Dengan indikator-indikator itu, (harusnya) Solskjaer bisa memaksimalkan keberadaan pemain kelahiran Madeira, Portugal itu sebagai senjata pamungkas, faktor yang dalam tiga musim kepemimpinannya di Old Trafford belum dia miliki.

Di era kepelatihan Solskjaer, paling pol MU mentok di urutan kedua klasemen akhir. Padahal dalam perjalanan kompetisi dan potensi tim Harry Maguire dkk masuk dalam kategori kandidat. Titik lemah dalam mental pada saat-saat menentukan itulah yang diharapkan bisa tertutup dengan kehadiran Ronaldo.

Competitiveness MU akan berhadapan dengan kesiapan klub-klub kandidat juara Liga Primer musim 2021-2022 ini. Konfigurasi atmosfer liga kali ini, antara lain adalah konfidensi Chelsea yang baru saja meraih trofi Liga Champions, yang juga melengkapi kekuatan pasukan dengan pemain-pemain berkualitas.

Juara 2018 Liverpool seolah-olah tidak banyak bergerak di bursa transfer, tetapi menyimpan potensi kematangan dengan kembalinya pemain-pemain kunci dari cedera. Lalu juara bertahan Manchester City yang diperkirakan makin berbahaya dengan keberadaan rekrutan barunya, Jack Grealish.

MU berada di barisan terdepan yang difavoritkan, bahkan sebelum Ronaldo bergabung. Masuknya Varane dan Sancho adalah elemen penambal celah di lini belakang dan pengiris tajam di sektor sayap. Ronaldo yang serbaguna sebagai penyerang, terutama fasih bermain di kedua sayap. Alternatif Solskjaer makin kaya dengan kedalaman skuadnya sekarang, sekaligus pasti juga bakal menghadapi banyak dilema dalam memutuskan skema starting eleven.

Kita tunggu saja, warna apa yang bisa diberikan oleh Cristiano Ronaldo dalam atmosfer kegembiraan bermain di habitat lamanya. Juga, apakah sikap konsisten menjaga kebugaran sebagai citra sang bintang, mampu membawanya tetap eksis dalam persaingan para jagoan di Liga Primer.

 

-- Amir Machmud NS, wartawan senior, kolumnis sepak bola, dan penilis buku.

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait