Orbit Budaya Pop, dari Lukaku hingga Kylian Mbappe

Dunia Bola Amir Machmud —Rabu, 4 Aug 2021 10:05
    Bagikan  
Orbit Budaya Pop, dari Lukaku hingga Kylian Mbappe
Amir Machmud NS, wartawan senior, kolumnis sepak bola


DUNIA BOLA, MATAJATENG


Oleh: Amir Machmud NS

SUKA atau tidak suka, kolaborasi media dan industri sepak bola adalah wajah nyata
kapitalisme yang dijustifikasi sebagai dunia profesional. Di balik semua itu adalah budaya
pop, tren global yang menyatukan elemen-elemen teknologi informasi, gaya hidup, dan naluri
kebutuhan manusia akan entertainment.

Bagaimana seluruh pelosok dunia mengenal David Beckham dengan segala performanya,
mengakrabi Cristiano Ronaldo dengan detail hidupnya, atau mengikuti perkembangan apa
pun tentang Lionel Messi, adalah bukti tuah sakti globalisasi yang ditopang segala peranti
budaya pop.


Jauh sebelumnya, pada era 1960-an, seorang Cassius Clay yang kemudian berganti nama
mualaf menjadi Muhammad Ali “menaklukkan dunia” lewat ucapan, tindakan, dan
kontroversinya. Sejak era petinju yang menyebut diri sebagai The Greatest itu, orang makin
paham, dunia olahraga memasuki fase masif “marketing” sebagai industri.

Baca juga: Orbit Budaya Pop, dari Lukaku hingga Kylian Mbappe

Baca juga: Wakil Wali Kota Semarang Sambangi Rumah Yatim Piatu Kakak-Beradik, Begini Pesannya


Pada awal milenial baru, tahun 2000-an, tak sedikit opini yang menolak harga dalam kisaran
Rp 1 triliun yang dipatok AC Milan, ketika Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka
diminati raksasa Spanyol Real Madrid. Nyatanya, the show goes on. Pasar “menghendaki
begitu”. Gurita industri sepak bola pun bergerak dengan angka-angka fantastis.

Pemberitaan media tentang “pemain termahal dunia” menyemarakkan ruang kapitalisme global.
Jauh sebelum transfer sensasional Kaka, harga tinggi Johan Cruyff, Diego Maradona,
Gianluigi Lentini, atau Zinedine Zidane menyemarakkan jagat industri kompetisi. Dan,
Neymar Junior memuncaki kemelejitan angka-angka itu ketika Paris St Germain
memboyongnya dari Barcelona. Harga Rp 3,3 triliun Neymar belum tergoyahkan hingga
sekarang.


Setelah saga transfer bintang Brazil itu, harga pemain yang menjadi ikon pasar tidak
mencapai kisaran Rp 2 triliun. Namun, nyatanya, justru di tengah kemelut ekonomi dunia
dalam pandemi Covid-19 dan problem keuangan rata-rata klub, angka-angka fantastis mulai
beredar lagi.

Baca juga: Semua Lapas di Jateng Bakal Dijadikan Kantong Plasma Konvalesen

Baca juga: Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa?

Lukaku “The Rocky”

Setidak-tidaknya, klub-klub kaya berburu lima pemain bintang, yang salah satu diantaranya
mendekati harga Rp 3 triliun. Bintang muda PSG Kylian Mbappe dihargai 160 juta euro (Rp
2,7 triliun), striker mematikan Borussia Dortmund Erling Haaland dibanderol 130 juta euro

(Rp 2,2 triliun), kapten tim nasional Inggris yang merupakan maskot Tottenham Hotspur
Harry Kane dipatok 120 juta euro (Rp 2 triliun), sayap Dortmund Jadon Sancho deal dengan
Manchester United dengan angka 100 juta euro (Rp 1,7 triliun), sama dengan harga
penyerang Internazionale Milan Romelu Lukaku sebesar 100 juta euro (Rp 1,7 triliun).
Lukaku, yang notabene tidak dalam orbit bakat utama seperti Mbappe, Ronaldo, dan Messi,
mencuri perhatian pada musim 2021-2021 setelah membawa Inter juara dan menjadi top
scorer dengan 30 gol dan 120 assist dari 44 laga.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Suruh Rhoma Nyanyi Saat Mau Curhat

Baca juga: Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat

Bintang Belgia ini boleh dibilang terbuang dari klub-klub yang pernah merekrutnya. Di
Chelsea era Jose Mourinho dia tidak “dianggap”, bahkan dipinjamkan. Bersama Everton,
sebenarnya Lukaku cukup bersinar, tetapi kemudian dijual ke Manchester United.
Di Old Trafford dia bertemu kembali dengan Mourinho, lalu ketika MU berganti pelatih Ole
Gunnar Solskjaer, dia kehilangan banyak menit bermain, dipinjamkan ke Inter Milan, lalu
oleh Antonio Conte dipermanenkan. Lukaku menemukan performa terbaiknya, bahkan
dengan percaya diri memprovokasi striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic, mengklaim dialah
sejatinya “Dewa Milan”.

Akankah Lukaku bakal balik ke Chelsea? Konon, bos The Blues, Roman Abramovich telah
mengirim utusan khusus ke Milan dengan target membawa pulang The Rocky ke Stamford
Bridge.

Sementara itu, lika-liku kepindahan Jadon Sancho ke MU akhirnya tuntas. Pemain muda
didikan Akademi Manchester City itu telah menyepakati harga Rp 1,7 triliun. Dia disebut-
sebut sebagai sayap kanan terbaik dunia, dengan umpan-umpan silang yang memanjakan para
striker. Pada musim 2020-2021, Sancho yang bergaya permainan mirip Neymar itu mencetak
16 gol dan 20 assist dari 38 penampilan.
MU, yang pada era keemasan bersama Alex Ferguson dikenal kuat dalam memanfaatkan
lebar lapangan dengan winger mumpuni, kini menemukan Sancho untuk memperdalam
alternatif penyerang di samping Marcus Rashford, Mason Greenwood, dan Edinson Cavani.

Baca juga: Lakukan Aksi Sosial, Mahasiswa Jateng Banyak Terima Pujian, Netizen: Halo BEM UI?

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Anomali Harry Kane


Kisah Harry Kane seperti berputar-putar antara potensi, kesetiaan, dan masa depan. Dia
diakui sebagai salah satu striker murni terbaik dunia, namun kontribusi besarnya untuk The
Spurs belum berbuah trofi. Dia seperti anomali, karena berada di sebuah klub yang tidak
menjanjikan gelar juara.


Klub mana yang meminati Kane? MU yang telah mendapatkan Jadon Sancho tentu berhenti
memburu tanda tangannya. Kini Manchester Biru dan Real Madrid dikabarkan gencar
meminati pemain yang pada musim 2020-2021 membukukan 33 gol dan 17 assist dari 49
pertandingan itu. Harga Rp 2 triliun dinilai pantas bagi klub mana pun yang ingin
memboyongnya.


Lalu bagaimana dengan Erling Haaland? Namanya mengorbit dalam dua musim terakhir.
Dan, selalu, Borussia Dortmund sukses mematangkan calon bintang lalu menjualnya mahal.
Pemain asal Norwegia itu didatangkan Dortmund dari RB Leipzig pada 2020. Ketika itu,
Haaland lebih memilih berlabuh di Dortmund ketimbang menerima pinangan MU. Betapa

ganas striker ini terlihat dari rekor golnya dalam semusim. Haaland yang selalu tampil
dengan balutan bandana itu menyumbang 41 gol dari 41 laga.
Dan, inilah pemain dengan banderol termahal: Kylian Mbappe!

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Baca juga: Simak! 5 Aplikasi yang Harus Dimiliki Ketika Liburan Ke Luar Negeri


Kualitas tinggi striker Paris St Germain itu menobatkannya sebagai calon Pemain Terbaik
Dunia menggantikan Messi dan Ronaldo. Sayang, dia kurang bersinar di Euro 2020. Toh
harga jualnya tak terpengaruh. Musim lalu dia mencetak 42 gol dan 11 assist dari 47
pertandingan.


Real Madrid sangat kesengsem kepada Mbappe, namun hingga sekarang belum ada tanda-
tanda pergerakan negosiasi. Bukan tidak mungkin lantaran harganya yang sangat “wah”.
Selain lima nama dengan harga gila-gilaan itu, tercatat satu pemain yang juga menjadi
pembicaraan seru di bursa transfer, yakni Frederico Chiesa. Namun diperkirakan tak ada lagi
yang mengiming-imingi pemain impresif itu, karena Juventus sudah bersikap protektif:
Chiesa not for sale!


Dalam sisa waktu jendela transfer awal musim, siapa di antara mereka yang bakal menjadi
orang kedua setelah Jadon Sancho, sukses bersepakat dengan klub yang memburunya?

-- Amir Machmud NS, wartawan senior, kolumnis sepak bola dan penulis buku.

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait