Sensasi Sate Daun Jati Pak Daman Khas Blora

Lifestyle —Jumat, 30 Jul 2021 20:40
    Bagikan  
Sensasi Sate Daun Jati Pak Daman Khas Blora
Sensasi Sate Daun Jati Pak Daman Khas Blora (foto: Sunarto)

BLORA, MATAJATENG

Hampir setiap orang suka makan sate. Sate ayam, sate sapi, atau sate kambing, semua lezat. Mencium aroma bakarannya saja, heemm....., sudah bikin perut ini makin keroncongan. Apalagi mengenyam rasanya, duuh.. luezat mantab! Kebetulan, sebulan lalu sempat bertandang ke Blora. Kota di ujung timur Jawa Tengah ini, selain terkenal dengan kayu jati yang berkualitas, juga moncer dengan khas sate ayamnya. Bumbu kacang sate ayam khas Blora ini sangat khas, dan mungkin tidak ada di daerah lain.

Warnanya kecoklatan dan sedikit berminyak, sangat cocok untuk lidah kebanyakan orang.
Saat itu, menjelang jam makan siang. Usai bertemu dengan Korwil PPNI eks-Karesidenan Pati, Edy
Widayat, kami beranjak mencari makan. Maklum saja, perjalanan dari Semarang ke Blora, telah cukup
menguras energi. Kami langsung meluncur ke Sate Blora Pak Daman. Kata kawan kami di Blora, Sate
Pak Daman ini, paling jempolan.

Kata dia, ‘’Rugi kalau datang ke Blora tidak mampir. Wow satenya
legend.’’

Ini pertama kalinya, mampir ke Sate Pak Daman. Dulu memang pernah ke Blora, tapi saat itu mencoba warung sate yang di dekat alun-alun. Di sana juga berjajar penjual sate ayam. Ya, Blora memang sangat terkenal dengan makanan khas sate, sehingga Blora sering menyandang sebutan kota sate.

Baca juga: Sejumlah Mahasiswa di Semarang Turun ke Pasar Tradisional Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Baca juga: Ganjar: Ali Sastroamidjojo Pantas Jadi Pahlawan Nasional

Untuk menuju lokasi sate Daun Jati ini tidaklah sulit. Kalau pun tidak malas menggunakan pemandu
aplikasi googlemaps, tanya orang pasti banyak yang tahu dan siap memandu ke alamat sate Pak Daman.

Lokasinya di mana? Ternyata, Sate Pak Daman Blora terletak di Jl. G. Sumbing, Tempelan Kecamatan
Blora, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Tidak jauh dari kantornya Pak Edy Widayat, Kepala Dinas
Kesehatan Blora.

Saat itu belum begitu ramai. Tapi pengunjung datang silih berganti. Kami memilih tempat duduk di teras depan, dekat dengan tempat bakar sate. Wah perut kami makin melilit. Aroma bakarannya, sangat menusuk indera penciuman. Dari aromanya saja, sudah bisa menebak kelezatannya.

Saat hidangan tiba tak sabar untuk menyambarnya. Ternyata tidak hanya sate ayam saja. Ada sate sapi dan sate kambing. Tapi demi berkompromi dengan kadar kolesterol, kami pilih yang sate ayam dan sate sapi saja. Sekitar lima puluhan tusuk ditaruh dalam satu piring besar. Sementara sambalnya, satu orang satu piring. Wah mantab. Makin menambah selera makan siang.

aca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Dadar Cokelat Isi Pisang Dengan Mudah, Cocok Untuk Cemilan Sore

Baca juga: Simak! Sejarah Telepon Genggam dan Jenis-Jenisnya

Salah satu yang menjadi khas dan membedakan dengan kebanyakan warung sate yang ada di Blora,
penyajiannya yang unik. Nasinya ternyata ditaruh dengan alas daun jati. Alas daun jati di atas piring ini, bukan sekedar pelengkap dalam penyajian sate, namun ternyata semakin menambah maknyus sate khas Pak Daman ini.


Lalu apa yang istimewa dari Sate Blora Pak Daman? Setelah menyantap satu tusuk, baru terasa
berbeda. Manis, gurih, dan ada sedikit pedasnya. ‘’Wow.. begini toh rasanya sate Blora.’’
Rasanya tak sabar untuk menyambung dengan tusukan-tusukan sate berikutnya. Bumbu kacangnya di Pak Daman memang jempol. Bumbunya itu berwarna coklat dan oily, teksturnya sendiri lebih halus, sehingga ringan di lidah. Dan tentu saja, yang juga istimewa adalah dagingnya lembut, lunak, dan
maknyus banget. Wah tak terasa, sudah 40 tusuk kami habiskan bertiga.

Soal harga? Sate khas Blora ini, pengunjung cukup membayar sate yang dimakan saja. Pengunjung
tidak perlu mengingat-ingat habis berapa tusuk sate, karena karyawan rumah makan akan menghitung jumlah tusuk satenya saja. Makanya, para pengunjung jangan buang tusuk sate yang telah dimakan, karena tusuk sate akan dihitung sebagai acuan seberapa besar pengunjung akan mengeluarkan koceknya.

Pengunjung pun makin mengalir, ruang yang tak begitu luas itu mulai penuh. Mobil-mobil pengunjung sudah berjajar parkir di pinggir jalan. Karena warung Pak Daman tidak memiliki parkir khusus, sehingga para pengunjung cuma bisa parkir berjejer di pinggir jalan. Selamat mencoba Sensasi Sate Daun Jati. (Sunarto)

Baca juga: Skor IELTS Rendah Rasanya Ingin Meninggal? Ups, Tahan Dulu! Coba Cara Belajar Ini!

Baca juga: Menyicipi Secuil Surgawi Dunia: Brownies Potong–Kukus Maknyus

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait