Chairil Anwar dan Puisi Kemerdekaan

Lifestyle —Senin, 16 Aug 2021 16:42
    Bagikan  
Chairil Anwar dan Puisi Kemerdekaan
Image/Pinterest

MATA JATENG

Kita tahu, dan pasti mayoritas kita sadar betul, bahwa besok adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini. Seharusnya begitu, kita sadar, kita tahu, dan ingin lebih tahu banyak bahwa kemerdekaan yang sejatinya bukan tentang merdeka dari bentuk penjajahan melawan atau dengan angkat senjata, melainkan dengan atau tanpa penjajahan dengan angkat senjata itu juga, hari-hari kita harusnya penuh dengan makna kemerdekaan.Diisi dengan semangat dan bara api yang menyala-nyala. Sebab, hidup yang bagaimanakah lagi yang tanpa gairah api ktia bakal semangat mengayun dan melangkahkan kaki?

Okay, kali ini Amin Mata Jateng pokoknya mau ngajak Sobat Mata Jateng semua buat melangkah atau mundur beberapa ratus tahun deh ke masa-masa keemasan Chairil Anwar. Pastinya, Sobat Mata Jateng di sini sudah tahu dong ya, siapa itu Bapak Chairil Anwar? Duhh, jangan bilang belum tahu, bisa berabe nih, gawat total nilai Bahasa Indonesia-nya nanti. Hehehe, bercanda. Maap. Maap.

Tapi benar nih, Sobat di sini tahu kan siapa itu Bapak Chairil Anwar? Itu lhoo Bapak Puisi kita, temannya Bapak W.S. Rendra. Duhh, W.S. Rendra nggak tahu juga? Parah banget dong, kok semuanya gak tahu hmm.

Baik-baik. Jadi begini nih. Sebelum kita masuk ke apa saja hasil karya Chairil Anwar pada ragam puisinya yang sampai mendapat julukan sebagai ”Aku Ini Binatang Jalang”, dan punya penggemar yang nggak hanya di kawasan Sumatera, namun di seluruh daerah di nusantara, seperti halnya Bapak W.S. Rendra, nah sebelum masuk ke puisi beliau, kita bakal bahas dulu di bawah nih sekilas tentang Pak Chairil Anwar. Yah, hitung-hitung bisa buat me-refresh ingatan Sobat Mata Jateng di sini lh, bahwa belajar Bahasa Indonesia, khususnya membaca atau merangkai puisi itu menyenangkan. Heehehehe. Ada yang mutualan nggak di sini dengan Mimin?

Baca juga: Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan Cara Melakukan Perlombaan, simak! Perlombaan yang Unik dan Wajib Dilakukan Berikut Ini

Baca juga: Simak! 20 Ucapan Hari Kemerdekaan RI Ke-76


Nah, iya Sobat. Untuk Chairil Anwar ini sendiri pastinya beliau adalah tokoh sastrawan juga yang dikenal melalui kedamaian ragam puisinya. Tepatnya Chairil Anwar sendiri sudah berhasil menelurkan 70 buah puisi lhoo Sobat, plus 96 syair lainnya. Kerenn banget nggak coba? Ada ang menandingi jumlah karya Pak Chairil Anwar nggak di sini? Jumlah karya lho ya yang Mimin maksud, bukan kualitas karya, hehehe.

Nah, sampai ’keeksotisan’ nilai dan pesan dari puisi-puisi tersebutlah, beliau sering dijuluki sebagai ”Si Binatang Jalang”, yang mana untuk julukan in sendiri diambil oleh banyak golongan sastrawan atau para penstudi sastra dari potongan karya Chairil Anwar sendiri yang judulnya ”Aku”. Tapi Sobat, ada juga dong pastinya, puisi-puisi Bapak Chairil Anwar kita ini yang keren-keren lagi, nih misalnya ada yang berjudul ”Di Mesjid”, lalu ada ”Deru Campur Debu” atau disingkat menjadi DCD. Terus ada yang judulnya ”Kerikil Tajam Yang Terhempas dan Yang Putus”, dan masih banyak lagi pastinya. Nih, yang DCD sama KTYP Mimin in love kali dah!

Okay, untuk Sobat yang mencari pusisi tema Kemerdekaan bisa pastinya baca karya beliau yang berjudul ”Antara Karawang dan Bekasi”, ”Diponegoro”, ”Persetujuan dengan Bung Karno”, dan ”Prajurit Jaga Malam”. Kalau untuk anak-anak sekolah atau kalau Sobat Mata Jateng ingat, dulu, pastinya kita sering nemuin di buku Bahasa Indonesia yak yang ”Diponegoro”, tapi sejatinya masih banyak tuh yang Mimin sebutkan juga yang bertema kemerdekaan.

Untuk isi sajaknya sendiri Sobat pasti bisa nemuin sajak-sajak atau pusisi tersebut dengan mudah di Google. Atau beli buku kumpulan puisi beliau juga pasti direkomendasikan banget!


Salam Dirgahayu RI ke-76!


Damailah Indonesiaku! ;) (Dyah)

Baca juga: Pahlawan Nasional yang Bersenjatakan Musik dan Pena, W.R. Supratman

Baca juga: Kata-Kata Bijak Ir.Soekarno Untuk Menyambut HUT RI Ke-76

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait