Tangani Rob di Pekalongan, Kementerian PUPR Gelontor Rp 1,24 Triliun

News —Jumat, 3 Sep 2021 23:41
    Bagikan  
Tangani Rob di Pekalongan, Kementerian PUPR Gelontor Rp 1,24 Triliun
Rumah pompa ini untuk mengendalikan banjir rob di Kota Pekalongan. pMengantisipasi datangnya rob yang lebih parah, PUPR melakukan pengadaan dan pemasangan dua unit pompa berkapasitas 30 liter/detik da

KOTA PEKALONGAN, MATAJATENG

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menggelontor dana sebesar Rp1,24 triliun untuk penanganan banjir rob di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Proyek tersebut akan dikerjakan dengan sistem jamak, yakni mulai tahun ini hingga 2023.

Kepala BBWS Pemali Juana melalui Kepala Satker PJSA, Yulius, mengatakan, pekerjaan pengendalian banjir rob di Kota Pekalongan meliputi Paket 1, Paket 2, dan Paket 3. Paket 1 terdiri dari pembuatan kolam retensi, pembangunan parapet, pekerjaan bendung gerak, dan pekerjaan regular gate. Paket 2 meliputi normalisasi Sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi Sungai Gabus, dan tanggul rob. Lalu, Paket 3 meliputi pekerjaan pompa serta pekerjaan long storage.

Saat ini, lanjutnya, terdapat tiga paket pengendalian banjir rob di Sungai Lodji-Banger yang mulai dikerjakan pada minggu ke-2 bulan September 2021 nanti.

“Kami berharap September sudah terkontrak, kemudian pada Oktober penyedia jasa (rekanan) yang ditunjuk, mereka sudah bisa memobilisasi alat-alat yang dibutuhkan,” tutur Yulius, di Hotel Horison Pekalongan, beberapa hari lalu.

Baca juga: Senangnya Annisa Dapat Sepeda dari Gubernur

Baca juga: Ortu Meninggal Terpapar Covid, 2.750 Anak di Rembang jadi Yatim Piatu


Disampaikan Yulius, pada pekerjaan Paket 1 pihaknya akan melakukan pekerjaan pengadaan pompa dengan kapasitas yang sangat besar, yaitu 3×5 meter/kubik dan 2×1,5 meter/kubik. BBWS juga berencana membangun parapet di kanan dan kiri Sungai Lodji sepanjang 7,5 kilometer. Sementara pada paket 2, akan ada pekerjaan tanggul rob Sungai Lodji-Banger sepanjang 3,6 kilometer, pekerjaan parapet, dan pekerjaan tanggul rob di wilayah Degayu dan Sibulanan.

Lebih lanjut, pekerjaaan yang terdapat pada paket 3 terdiri dari pembangunan longstorage Sibulanan sepanjang dua kilometer, longstorage Susukan dan Celumprit, disertai pemasangan pompa berkapasitas 3×1 meter/kubik dan 2×1,5 meter/kubik.

“Dengan adanya pekerjaan pengendalian rob ini, insyaallah banjir dan rob di Kota Pekalongan bisa segera teratasi dengan peran serta masyarakat, tokoh masyarakat, dan dari Pemkot Pekalongan. Kami berharap apa yang direncanakan ini bisa selesai tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Dua unit pompa dan kolam retensi di Kecamatan Pekalongan Utara siap dioperasikan untuk menangani masalah banjir. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Khaerudin.

Baca juga: Menikmati Wahana Seru di Saloka Theme Park

Baca juga: Ahli Geodesi ITB; Penanganan Rob dan Banjir Pesisir Jateng Sudah On The Track

Menurutnya, pekerjaan pengadaan dan pemasangan dua unit pompa berkapasitas 30 liter/detik dan 80 liter/detik, serta pembangunan stasiun pompa dan kolam retensi tersebut dianggarkan sebesar Rp167 juta. Sebenarnya, pihaknya telah menyediakan pompa air di wilayah tersebut, namun dengan kapasitas 20-30 liter per detik dan berbahan baku solar, sehingga merepotkan petugas pelaksana lapangan.

“Sebetulnya existing di sana sudah ada pompa skala lingkungan tetapi selama ini belum memadai. Jadi permasalahan ketika terjadi hujan, air di sana itu ngendon (menetap) sekitar 5- 6 jam, sehingga kami di awal tahun kemarin menginisiasi membuat perencanaan dan pembangunan stasiun pompa,” terang Khaerudin, saat ditemui di kantornya, beberapa hari lalu.

Lebih lanjut, Khaerudin menjelaskan, saluran pompa di Jalan Manunggal II berasal dari Jalan Manunggal I, Manunggal II dan Manunggal III yang muaranya ke ujung Jalan Manunggal II dengan Jalan Perintis Kemerdekaan. Pompa Manunggal II melayani wilayah dengan jaringan drainase seluas 9,3 hektare. Sumber energi pompa baru yang selesai dipasang tersebut berasal dari listrik dengan biaya langganan yang ditanggung oleh DPUPR. Nantinya, pengoperasian pompa di Jalan Manunggal II tersebut diserahkan kepada warga setempat.

“Kenapa ditambah dua unit pompa karena kami mengantisipasi ketika satu (unit) pompa tersebut rusak, masih ada satu (unit) pompa lain yang bisa dioperasionalkan, sehingga tidak mengganggu mobilitas masyarakat ketika pompa tersebut dibutuhkan,” bebernya.(Sunarto)

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait