Bingung Seorang Petani Tembakau, Tiba-Tiba Digrudug Orang Berseragam

News —Senin, 6 Sep 2021 12:40
    Bagikan  
Bingung Seorang Petani Tembakau, Tiba-Tiba Digrudug Orang Berseragam
Bingung Seorang Petani Tembakau, Tiba-Tiba Digrudug Orang Berseragam/Fto: Istimewa

TEMANGGUNG, MATAJATENG

Karman,50 tak pernah menyangka, dirinya bisa bertemu dengan orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apalagi, pertemuan itu berlangsung tanpa disengaja, saat ia bersama keluarganya sedang menjemur tembakau di pinggir jalan.

Karman adalah petani tembakau asal Wonosobo. Karena cuaca di daerahnya kurang mendukung, ia rela mengangkut tembakaunya untuk dijemur di pinggir jalan Temanggung-Parakan karena panas yang cukup bagus.

Saat asyik menjembur tembakau itulah, rombongan mobil berwarna hitam tiba-tiba berhenti di pinggir jalan tempat Karman menjemur tembakau. Dari dalam mobil, keluar pria berambut putih yang langsung membuat Karman terkejut.

Ganjar yang hari itu memang sedang mengecek sejumlah gudang tembakau di Temanggung. Ia ingin memastikan tembakau petani terbeli saat musim panen ini.

Baca juga: Inilah Cara Memobilisasi Wisawatan ke Kabupaten Pemalang

Baca juga: Bocoran Ikatan Cinta Malam Ini Minggu 5 Agustus 2021, Mama Rosa Sedang Diintai Oleh Seseorang yang Membuat Dirinya Dalam Bahaya

"Lho pak Ganjar," katanya sambil tersenyum.

"Lagi nopo niki pak (sedang apa ini pak), niki mbakone sampeyan (ini tembakaunya bapak)," sapa Ganjar.

Ganjar pun langsung jongkok sambil melihat-lihat tembakau milik Karman. Keduanya kemudian asyik ngobrol, diikuti beberapa keluarga Karman yang ada di belakangnya.

"Kulo saking Wonosobo pak (saya dari Wonosobo), niki nunut njemur mbako (ini numpang menjemur tembakau)," ucapnya.

"Lhakok adoh men (kok jauh sekali), di sana ndak ada panas ya," tanya Ganjar dibenarkan oleh Karman.

Ganjar pun menggali informasi tentang tembakau pada Karman. Ia bertanya tentang hasil panen, harga jual hingga berapa penghasilan dari bertani tembakau.

Tak hanya ngobrol, Ganjar juga menyempatkan diri menengok gubuk sederhana yang dibangun Karman untuk istirahat. Gubuk itu dibuat dari anyaman bambu tempat menjemur tembakau yang digelari terpal di bagian bawah. Di dalam gubuk itu, Ganjar menemukan perbekalan Karman dan juga lintingan.

"Wah iki, iso nglinting dhewe. Niki nggeh mbakone njenengan pak. Wah mbakone dhewe diudut dhewe (tembakaunya sendiri dirokok sendiri). Lha iki bontote wis telas pak, sampun dahar to (ini bekalnya sudah habis, sudah dimakan ya)," katanya sambil membuka rantang perbekalan Karman.

Baca juga: Kisah Kepul Uap Kopi Oleh Amir Machmud Ns

Baca juga: Tangani Rob di Pekalongan, Kementerian PUPR Gelontor Rp 1,24 Triliun

Cukup lama Ganjar ngobrol dengan Karman di tempat itu. Obrolan dan candaan antara Ganjar dan Karman membuat suasana jadi ger-geran. Sebelum pamit melanjutkan perjalanan, Ganjar memberikan hadiah untuk Karman berupa masker, vitamin dan kaos.

"Nggih mpun kulo ajeng lanjut, kulo doake panjenengan sehat, mbakone payu (saya doakan bapak sehat, tembakaunya laku). Tetap jaga prokes njih," pungkasnya.

Karman mengaku sangat terkejut dengan kedatangan Ganjar. Ia tak menyangka, Ganjar mau mendatanginya saat sedang menjemur tembakau. Apalagi, Ganjar mau duduk lesehan di gubuk sederhananya.

"Nggak tahu, kaget banget. Kok ada pak Ganjar di sini. Nggak nyangka saya, beliau mau mampir," ucapnya.

Saat ngobrol bersama tadi, Ganjar lanjut Karman bertanya soal tembakau. Kepada Ganjar, Karman mengatakan jika harga tembakau masih jauh dari harapan petani.

"Saya nanam 2000 batang, harganya sekarang kurang bagus, tapi tetap bersyukur dan harapannya bisa laku," pungkasnya. (Solikun)

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait