Waduh! Tangis Pilu Bidan Desa Pulau Parang, Ada Misteri Apa?

News —Jumat, 10 Sep 2021 17:16
    Bagikan  
Waduh! Tangis Pilu Bidan Desa Pulau Parang, Ada Misteri Apa?
Waduh! Tangis Pilu Bidan Desa Pulau Parang, Ada Misteri Apa?/ Fto: Istimewa

JEPARA, MATAJATENG

Awalnya seorang perempuan berseragam kuning tiba-tiba mendatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan pengecekan sejumlah lokasi di Pulau Parang Karimunjawa, Jumat (10/9). Perempuan itu ternyata Susniwati, bidan desa Pulau Parang Karimunjawa.

Saat Ganjar mengecek dermaga, Susniwati langsung mengajukan permohonan pada Ganjar. Ia meminta agar Ganjar memberikan bantuan ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil dan pasien emergency ke Puskesmas Karimunjawa atau rumah sakit di Jepara.

"Kami butuh bantuan pak, ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil atau pasien emergency. Soalnya selama ini, kami hanya pakai kapal kayu biasa seperti ini. Kalau ombaknya tinggi itu bahaya pak," katanya pada Ganjar.

Susniwati menerangkan, tidak adanya ambulans laut membuat warga kesulitan saat ingin memeriksakan kesehatan. Apalagi saat kondisi darurat misalnya ibu hamil dengan pendarahan atau resiko tinggi, sangat berbahaya mengarungi laut dengan kapal nelayan.

"Selama ini pakai kapal biasa, kapal nelayan. Bisa 3 jam untuk ke Karimunjawa, bahkan bisa lebih. Resikonya tinggi, apalagi saat ombak besar. Kalau ada ambulans laut bisa mempercepat, apalagi kan tentu di dalamnya ada peralatan pertolongannya," terangnya.

Baca juga: Sebar Apem di Yaqowiyyu Jatinom Ditiadakan, Bakal Diganti Doa Kebangsaan

Baca juga: Cek Pembangkit Listrik Pulau Parang, Ganjar Temukan Ratusan Baterai Mati

Selama ini lanjut dia, sering terjadi kasus saat dirinya menolong ibu hamil dengan kondisi darurat. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, setiap ibu hamil dengan resiko tinggi, sebelum 9 bulan sudah dikirim ke Jepara.

"Maka saya minta bantuannya pak, diberikan ambulans laut untuk membantu masyarakat," ucapnya.

Ganjar sendiri sepakat dengan usulan Susniwati. Menurutnya, ambulans laut penting untuk penanganan kondisi darurat.

"Iya ini bu bidan menyampaikan kalau kondisi darurat, memang butuh ambulans laut. Tadi saya tanya ke Petinggi, ada kapal dari desa, tapi rusak. Jadi biasanya menggunakan kapal biasa," katanya.

Dengan begitu, dirinya mengatakan akan segera memenuhi. Tidak hanya mengandalkan anggaran negara, pihaknya siap mengupayakan amblans laut dari bantuan CSR perusahaan atau sumber lainnya.

"Kalau kita melakukan asessment pada mereka sesuai kebutuhannya, jangan-jangan membeli perahu seperti ini perawatannya lebih murah. Sehingga nanti akan kita carikan. Kita bantulah agar di sini punya ambulans laut, sehingga saat emergency bisa cepat ditolong," pungkasnya. (Solikun)

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait