He For She. Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan

News —Kamis, 16 Sep 2021 10:28
    Bagikan  
He For She. Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Pengurus FKKG melakukan audiensi pada Kepala DP3A Dra Retno Sudewi,Apt, MSi, MM (no 5 dari kiri) berkenaan akan diselenggarakannya kampanye anti kekerasan bulan November nanti.Di samping kirinya, T S

SEMARANG, MATAJATENG

Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Provinsi Jawa Tengah akan mengadakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 25 November sd 10 Desember 2020 dengan tema He For She. Kegiatan itu sebagai upaya untuk menghapus segala bentuk kekerasan di Jawa Tengah khususnya untuk perempuan dan anak dengan menjadi laki-laki peduli, menghargai, melindungi dan mencintai saudara semuanya. Demikian dikatakan oleh Tsaniatus Salihah, ketua FKKG Jateng Rabu (15/9) setelah beberapa hari sebelumnya melakukan audiensi ke Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dra Retno Sudewi, Apt, M.Si, MM.

Ditambahkan, bentuk kampanye antara lain berupa sosialisasi lewat media, juga lomba melalui medsos IG, untuk memberikan edukasi dan sharing terkait situasi kerentanan perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. Uploud di IG foto terbaik yang menujukkan kepedulian terhadap perempuan dan anak dari tanggal 25 November s/d 10 Desember 2021 dengan mention dan tag ke @FKKG.Jateng.

Baca juga: Buka Peluang Bisnis UKM Expo 2021 Digelar, Jalan Menuju Ekspor UKM Furnitur

Baca juga: Pendar Eksotika Kota Lama Semarang

Dicetuskan PBB
He For She adalah gerakan yang dicetuskan oleh UN Women - PBB sejak September 2014. Indonesia merupakan salah satu duta kampanye Global He For She yang bertujuan untuk meningkatkan peran laki-laki dalam kesetaraan gender dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyambut sebagai gerakan menunjukan komitmen pemerintah yang memposisikan pria agar lebih peduli terhadap kesetaraan gender.

Kebijakan dan program di Jawa Tengah telah diluncurkan untuk merespon hal tersebut. Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2017 ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta He For She. Kenyataannya gerakan ini tidak masif di masyarakat. Edukasi untuk kesetaraan gender dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih banyak dilakukan untuk perempuan. Partisipasi laki-laki dalam perlindungan perempuan dan anak mendukung kesetaraan gender juga masih sangat lemah , terbukti masih tingginya kasus kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki, tandas Tsaniatus Salihah .
Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebanyak 2.110 kasus, diantaranya 83,7% adalah perempuan yaitu 1.674 kasus. Pelaku kekerasan didominasi oleh laki-laki. (humaini)

Baca juga: Simak! Tanaman Berikut Dipercaya Cepat Tumbuh dan Mudah Ditanam

Baca juga: Ganjar Marah! Lihat Kerumunan Siswa di SMPn 33 Semarang; Kalau Tidak Dievaluasi Kita Tutup!

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait