Selalu “ Ingat Pesan Ibu “ Webinar Dinamika Masyarakat di Masa Pandemi

News —Kamis, 16 Sep 2021 15:21
    Bagikan  
Selalu “ Ingat Pesan Ibu “ Webinar Dinamika Masyarakat di Masa Pandemi
Pembicara Webinar (hm)

SEMARANG, MATAJATENG

“Ingat Pesan Ibu” kalimat yang sering muncul di televisi untuk masyarakat selalu melakukan 5 M berkaitan dengan upaya menanggulangi Covid – 19 sangat tepat. Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun , Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Membatasi mobilitas. “Pesan seorang ibu,” akan selalu diingat oleh siapa saja. Perempuan memiliki ketangguhan dan mampu mengisi celah kehidupan dalam situasi tidak menyenangkan.”

Demikian dikatakan oleh Dr Arry Handayani SPsi MSi dalam webinar dan launching book chapter Dinamika Masyarakat di Masa Pandemi , Rabu (15/9). Kepala Pusat Kependudukan, Perempuan, Perlindungan Anak (PKPPA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS itu menambahkan, betapa pun tangguh perempuan tetapi tak bisa hidup tanpa laki-laki.

Pandemi Covid -19 yang makin berkembang dengan varian baru menimbulkan masalah antara lain kelelahan mental karena ketidakpastian berakhirnya dan juga adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pembelajaran daring yang membosankan, banyak berita hoax dan kehilangan, pemutusan hubungan kerja , mengakibatkan kerentanan dengan problem perilaku dan sosial, emosi pada proses belajar dan keseharian .
“ Individu yang memiliki mental sehat akan mampu mengatasi masalah dengan cara efektif dan bertanggungjawab terhadap setiap perilakunya. Sebaliknya kesehatan fisik memburuk, sulit berkonsentrasi, emosional, cemas berlebihan, jika tidak mampu mengelola diri. Menjadi stres, depresi, hingga bertindak kriminal,” tandas psikolog Arry Handayani.

Baca juga: Mengunjungi Sungai Elo Magelang untuk Menikmati Sensasi Rafting dan Arung Jeram Dengan Pemandangan yang Indah

Baca juga: Ramalan Zodiak Kamis 16 September 2021 Taurus Butuh Waktu Untuk Istirahat, Capricorn Daya Tahan Tubuh Sedang Menurun


Asia Tenggara
Pembicara lain Untari Narulita Madyar Dewi S IP, MHI menyajikan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi tentang dampak Covid-19 terhadap peran perempuan di Asia Tenggara. Penelitian bersama beberapa perguruan tinggi dilakukan setelah pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan corona virus di China sebagai pandemi global.
“Asia Tenggara dekat dengan Tiongkok, sehingga aktivitas bisnis, pariwisata, bahkan ekspor impor terkoneksi secara langsung ,” kata staf pengajar jurusan Hubungan Internasional FISIPOL Unisri tersebut.

Dari penelitian diketahui antara lain implikasi dalam aspek kesehatan perempuan di Asia dan Pasifik mengalami kesehatan mental dan emosional. Perempuan lebih sedikit menerima informasi terkait Covid-19 daripada laki-laki
Implikasi dalam aspek pekerjaan banyak perempuan yang bekerja di sektor informal harus kehilangan pekerjaan mereka. Perempuan mengalami penurunan upah dalam pekerjaan daripada laki-laki. Adanya peningkatan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan .
Teknologi dan komunikasi digital menjadi sarana utama selama Covid-19, namun tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap komunikasi digital tsb. Data dari Global System for Mobile Communication Association’s (GSMA) menjelaskan bahwa isu mobile gender gap masih sangat substansial. Misalnya di Indonesia 8% perempuan tidak memiliki akses terhadap telepon genggam/ponsel.
Dengan rendahnya informasi yang diperoleh oleh kaum perempuan terkait upaya preventif pencegahan Covid-19, berdampak pada peran mereka dalam melindungi dan menjaga keselamatan keluarga di masa pandemi ini


Webinar yang dilakukan kerja sama PKPPA-LPPM Universitas PGRI Semarang dengan PSW Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dipandu oleh Yuli Kurniawati Werdiningsih, S S MA. Kontributor peneliti selain dari UPGRIS dan Unisri, juga Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Brawijaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Semarang, Universitas Trunajaya, Universitas Bandung, dan Universitas Portsmouth (humaini)
Baca juga: He For She. Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Baca juga: Pendar Eksotika Kota Lama Semarang

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait