Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat

News —Selasa, 3 Aug 2021 15:35
    Bagikan  
Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat
Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat (foto: ist)

SUMSEL, MATAJATENG

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polisi Daerah Sumatera Selatan, Komisaris
Besar Polisi Hisar Siallagan mengatakan, bahwa penyidik telah memeriksa semua keterangan yang diberikan empat orang itu, mereka yang menjamin uang itu ada dan akan dicairkan melalui bilyet giro Bank Mandiri.

“Kepastian pencairan dana hibah penanggulangan Corona sebanyak Rp 2 triliun dari keluarga
almarhum Akidi Tio (warga Langsa, Aceh Timur, Provinsi Aceh,red) akan dibuktikan hari ini," terang
Hisar di Palembang, Selasa (03/08/2021).

Menurut dia, sebelum dana itu pasti ada yang akan dibuktikan melalui pencairan, maka keempat orang,
yaitu anak perempuan bernama Heriyanti, anak menantunya, Rudi Sutadi, cucu Tio dan dokter
pribadi keluarga, dr Hardi Darmawan, akan di jaga ketat polisi termasuk di rumah yang
bersangkutan.

"Semua keterangan dimaksimalkan untuk memenuhi konstruksi hukum, terlebih untuk
memastikan ada atau tidaknya dana senilai Rp2 triliun itu," imbuhnya.

Baca juga: Lakukan Aksi Sosial, Mahasiswa Jateng Banyak Terima Pujian, Netizen: Halo BEM UI?

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memulangkan empat orang anggota
keluarga Tio usai diperiksa intensif penyidik reserse kriminal umum di Markas Polda Sumatera
Selatan pada Senin (01/08/2021) pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan catatan di Markas Polda Sumatera Selatan, empat orang itu
adalah Heriyanti, Sutadi, cucu Tio, dan Darmawan.

Keempatnya digiring anggota reserse kriminal umum dari Kantor Bank Mandiri cabang
Palembang sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan mobil minibus warna hitam. Setelah sembilan jam diperiksa sekitar 22.00 WIB tiga orang itu meninggalkan Markas Polda Sumatera Selatan menggunakan mobil Mitsubishi Expander warna putih diantar penyidik ke
rumahnya kembali di Jalan Tugu Mulyo, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang.

Sedangkan Darmawan meninggalkan Markas Polda Sumatera Selatan lebih dulu menggunakan
mobil minibus warna hitam, sekitar pukul 20.20 WIB.

Baca juga: Simak! 5 Aplikasi yang Harus Dimiliki Ketika Liburan Ke Luar Negeri

Baca juga: Pusing Data Vaksin Tidak Valid, Ganjar Cek Lapangan dan Temukan Fakta Ini

Sementara Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta polisi untuk menindak tegas
Heriyanti dan Darmawan penyerahan dana hibah penanggulangan wabah virus corona senilai Rp2 triliun
apabila terbukti ada unsur kebohongan.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan,sebab uang yang dijanjikan dari pihak keluarga almarhum
Akidi Tio senilai Rp2 triliun tersebut belum cair padahal sudah jatuh tempo sepekan setelah
penyerahan secara simbolis.

"Dana itu semestinya sudah masuk dalam rekening bilyet giro Bank Mandiri mereka, tapi saat
polisi memeriksa dan menemukan belum ada sama sekali dana tersebut," katanya.

Menurut dia, dengan begitu polisi harus mengusut tuntas kasus tersebut sebab gara-gara
perbuatan yang belum ada kepastiannya ini telah menimbulkan kegaduhan dikalangan masyarakat.

"Saya minta kepada polisi untuk menindak tegas siapapun yang membuat polemik kegaduhan
sehingga, suasana saat kita menangani pandemi corona terusik dengan isu yang saat ini berkembang," ungkapnya.

Baca juga: Mahasiswa 4 Universitas di Semarang Menggoyang Pusat Isolasi Corona

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Keripik Tempe Renyah, Cocok untuk Cemilan

Mabes Tak Intervensi Kasus Akidi

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memastikan Mabes Polri
menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara donasi Rp 2 triliun dari Almarhum Akidi Tio
kepada Polda Sumatera Selatan.

“Tidak ada intervensi dari Mabes Polri kepada Polda Sumsel dalam menangani perkara tersebut. Penanganan kasus tersebut sepenuhnya diserahkan ke Polda Sumsel," tegasnya.

Desakan agar perkara donasi Rp 2 triliun ditangani oleh Bareskrim Polri datang dari Indonesia
Police Watch (IPW). Menurut Plt IPW Sugeng Teguh Santoso, Bareskrim Polri harus mengambil
alih kasus sumbangan hibah tersebut dan memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Menanggapi hal itu, Argo menegaskan perkara tersebut sementara ini ditangani oleh Polda
Sumsel, tanpa ada pengambilan alih dari Mabes Polri.

"Untuk sementara di Polda Sumsel," ucap Argo. (Solikun)

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Pisang Ijo Ice Cream Dengan Mudah

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 3 Agustus 2021 Taurus Banyak Hal Yang Harus Dipikirkan, Pisces Ada Tuntutan Yang Lebih Besar

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait