Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa?

News —Selasa, 3 Aug 2021 22:23
    Bagikan  
Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa?
Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa? (foto : Solikun)

GROBOGAN, MATAJATENG

Pasca menerima laporan terkait semerawutnya data pembagian bantuan sosial tunai (BST) oleh sejumlah kades dalam acara Rembug Desa. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun langsung terjun dan mengecek langsung ke lapangan. Dan benar saja ketika di kroscek dilapangan bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

Saat mengecek pembagian BST di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon Grobogan, Selasa (03/08/2021), Ganjar menemukan ada salah satu penerima BST yang merupakan karyawan SPBU. Tak hanya itu, Ganjar juga menemukan adanya perangkat desa yang mendapatkan bantuan yang sama.

Awalnya Ganjar ngobrol dengan sejumlah warga yang menerima bantuan di balai desa itu. Selain tanya kabar, Ganjar juga mengorek informasi tentang siapa penerima sebenarnya.

"Mas sampeyan ngopo? Ambil bantuan? Sehari-hari kerja apa," tanya Ganjar pada salah satu penerima BST.

"Saya dapat BST pak. Sehari-hari kerja di SPBU," jawabnya.

Ganjar langsung tersenyum. Ia menanyakan apakah ia masih gajian dan berapa gajinya dalam sebulan.

"Masih pak, gaji saya perbulan UMK," jawabnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Suruh Rhoma Nyanyi Saat Mau Curhat

Baca juga: Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat

Tak berhenti sampai di situ, ternyata ada salah satu perangkat desa yang juga terdaftar mendapatkan bantuan BST. Kades juga terkejut, karena ia tak pernah mendaftarkan.

"Saya dapat pak, tidak tahu kok bisa dapat. Tapi tidak akan saya ambil. Untuk warga lain yang membutuhkan saja," jawab perangkat desa tersebut dan diacungi dua jempol oleh Ganjar.

Kades Panunggalan, Moch Pujiyanto mengatakan, ada 6 warganya yang mendapatkan bantuan dobel-dobel dari pemerintah. Selain itu, ada warganya yang masih gajian termasuk perangkat desa yang dapat.

"Itu data dari Kementerian Sosial, kita tidak tahu apakah kesalahan data, salah tulis atau salah update. Tapi yang perangkat tadi tidak diambil. Nanti kita perbaiki, termasuk warga yang tadi masih bekerja di SPBU," katanya.

Pujiyanto menerangkan, selama ini perbaikan data yang di breakdown dari tingkat desa memang belum dilakukan. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan penyisiran data untuk perbaikan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sudah menduga menemukan kasus-kasus seperti itu. Sebab kemarin saat rapat bersama Kades di Rembug Desa, hal itu sudah disampaikan.

"Sudah pasti, makanya kenapa saya datang langsung untuk melakukan pengecekan, agar tahu kondisinya. Kemarin Kades-Kades banyak masukan, pak Ganjar kok datanya nggak sama. Saya bilang sabar, ojo nesu. Akan kami klarifikasi," ucapnya.

Baca juga: Lakukan Aksi Sosial, Mahasiswa Jateng Banyak Terima Pujian, Netizen: Halo BEM UI?

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemensos terkait hal itu. Ia meminta Mensos Risma mengirimkan data siapa saja yang dapat bantuan di Jawa Tengah.

"Nanti saya dan teman-teman Kades akan melakukan checking. Tadi pak Kades sampakan bagus, ada perangkat yang dapat, ada pegawai pom bensin yang masih gajian juga dapat. Menurut saya beliau jujur, dan ini memang nggak bener," terangnya.

Ganjar menegaskan siap membantu pemerintah untuk membersihkan data-data itu. Sambil bantuan diberikan, sambil proses pembersihan data bisa dilakukan.

"Ada juga data ganda, nanti kita bersihkan. Kita di daerah siap membersihkan, agar tidak terjadi situasi seperti ini. Soalnya ini yang kerap menjadikan kecemburuan sosial di masyarakat," tegasnya.

Ganjar meminta seluruh Kades/Lurah di Jateng tidak ada yang marah dengan hal ini. Masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, sambil penyerahan bantuan tetap dilaksanakan. (Solikun)

Baca juga: Simak! 5 Aplikasi yang Harus Dimiliki Ketika Liburan Ke Luar Negeri

Baca juga: Pusing Data Vaksin Tidak Valid, Ganjar Cek Lapangan dan Temukan Fakta Ini

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait