Semua Lapas di Jateng Bakal Dijadikan Kantong Plasma Konvalesen

News —Selasa, 3 Aug 2021 23:41
    Bagikan  
Semua Lapas di Jateng Bakal Dijadikan Kantong Plasma Konvalesen
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen berbincang dengan petugas saat mengunjungi Lapas Kelkas II A Purwokerto. (Foto:ist)

BANYUMAS, MATAJATENG

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Tengah akan dijadikan sebagai kantong donor plasma. Sebab, tidak sedikit penghuni lapas yang menjadi penyintas Covid-19. Saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berkunjung ke Lapas II A Purwokerto, Kalapas Sugito menyampaikan, saat ini ada 30 orang warga binaannya yang sedang menjalani isolasi. Mereka yang semuanya laki-laki, diisolasi di tempat khusus dalam lapas.

Menurut Sugito, paparan corona tak bisa dihindari, karena kondisi lapas yang overload. Dari kapasitas
488 orang, saat ini dihuni lebih dari 600 orang.

Menyikapi hal tersebut, Wagub Taj Yasin berpandangan, lapas berpotensi menjadi kantong donor plasma. Dia berpesan kepada Kalapas agar segera
berkoordinasi dengan PMI UDD Banyumas, jika warga binaannya sudah selesai isolasi.

“Ternyata di lapas Purwokerto sangat bagus. Ada tempat isolasi mandiri buat yang terpapar Covid-19. Nah ini ada 30 orang, nanti kita tunggu. Mereka ketika sudah selesai isoman kita koordinasikan dengan UDD PMI Banyumas untuk koordinasi dengan lapas,” jelasnya. Selasa (03/08/2021).

Baca juga: Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa?

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Suruh Rhoma Nyanyi Saat Mau Curhat

Dia menambahkan, PMI dapat diminta datang ke lapas ketika proses skrining. Bagi yang lulus skrining, dapat diantar ke UDD PMI dengan pengawalan ketat. Nantinya, Gus Yasin, sapaan wagub, berharap semua lapas di Jateng akan menjadi kantong plasma konvalesen.

Pada kesempatan itu, wagub juga mengecek pelaksanaan vaksinasi di Lapas Klas II A Purwokerto.
Sebanyak 600 orang warga binaan menjadi sasaran pemberian vaksin 1 Sinovac.

Koordinator Kegiatan Pelaksanaan Vaksinasi Mayor Cba (K) Rr Sri Harjani Estri Dwi Asmoro mewakili Kepala Seksi Teritorial menyampaikan, dari kuota sebanyak 600 vial vaksin, terdaftar diberikan untuk 569 orang. Untuk jumlah yang tervaksin sebanyak 519 orang. Sebanyak 50 orang vaksinasinya harus
ditunda karena hipertensi dan ISPA.

Baca juga: Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat

Baca juga: Lakukan Aksi Sosial, Mahasiswa Jateng Banyak Terima Pujian, Netizen: Halo BEM UI?


Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menyambangi Desa Kalicupak untuk mengecek pelaksanaan
vaksinasi bagi warga di balai desa setempat. Foto:ist


Cek Vaksin di Desa Kalicupak.

Dalam kunjungan kerjanya ke Banyumas, Wagub Taj Yasin juga meninjau vaksinasi di Puskesmas Kalibagor. Dia sempat kecele karena di tempat itu tidak ada kegiatan vaksinasi. Beruntung, dia ditemui Kepala Puskesmas, Tri Byar Wijayanti, yang mengatakan, pihaknya sedang ada kegiatan vaksinasi di Balai
Desa Kalicupak.

Tri mengatakan, pihaknya sengaja melakukan jemput bola di desa-desa karena faktor demografi. Banyak rumah warga yang jaraknya jauh dari puskesmas. Mengetahui informasi tersebut, wagub dan rombongan bergegas menuju lokasi. Setibanya di Balai Desa Kalicupak, Wagub senang karena warga tertib mengantre dengan protokol kesehatan. Tidak ada suasana berdesakan, meski jumlah penerima vaksin mencapai 300 orang. Mereka tertib dan datang bergiliran.

Wagub juga bertemu mahasiswa Universitas Diponegoro dan Universitas Jendral Sudirman yang membantu proses vaksinasi, serta mengedukasi seputar Covid-19. Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu pun sempat berbincang dengan beberapa lansia.

“Saya sebenarnya datang ke sini untuk mengecek, memantau secara pasti vaksinasi di desa-desa yang
dilakukan fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Baca juga: Simak! 5 Aplikasi yang Harus Dimiliki Ketika Liburan Ke Luar Negeri

Berdasarkan informasi yang diterima Wagub dari kepala puskesmas, animo masyarakat Kecamatan Kalibagor untuk vaksinasi terhitung tinggi. Menurutnya, ini sangat bagus. Dia berharap, kabupaten/ kota lain bisa mencontoh Kabupaten Banyumas. Tingginya animo masyarakat ini, lanjut Gus Yasin, mesti seiring juga dengan jumlah sumberdaya inputer data dan fasilitas jaringan. Sehingga, tidak ada lagi selisih data karena kendala dalam memasukkan data.

“Siapa yang meng-input, ini perlu kita awasi betul karena (di sini) ternyata ada dua (petugas) saja tiap hari. Padahal dua (orang) melayani 300 per hari. Belum ada kendala jaringan dan sebagainya. Maka ini perlu kita perhatikan. Sehingga yang sudah dikerjakan kawan-kawan Puskesmas Kalibagor itu
langsung memberikan dampak positif di data kita,” tandasnya. (Sunarto)

Baca juga: Pusing Data Vaksin Tidak Valid, Ganjar Cek Lapangan dan Temukan Fakta Ini

Baca juga: Mahasiswa 4 Universitas di Semarang Menggoyang Pusat Isolasi Corona


Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait