Wakil Wali Kota Semarang Sambangi Rumah Yatim Piatu Kakak-Beradik, Begini Pesannya

News —Rabu, 4 Aug 2021 00:07
    Bagikan  
Wakil Wali Kota Semarang Sambangi Rumah Yatim Piatu Kakak-Beradik, Begini Pesannya
Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambangi rumah yatim piatu kakak beradik di Perumahan Dinar Mas Semarang. Foto:ist

SEMARANG, MATAJATENG

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu merasa trenyuh (iba-red) ketika nyambangi kediaman anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat terpapar wabah virus corona di Dinar Elok Tembalang, Semarang, Selasa (03/08/2021) sore.

Meisya Rara Khairan Santoso (12) Muhammad Banta Raja Cut Santoso (19) adik dan kakak ini menjadi anak yatim piatu, karena sang ayah meninggal dunia setelah terpapar Corona pada 16 Juli 2021 lalu. Sedangkan sang ibu terlebih dahulu meninggal akibat sakit komplikasi pada tahun 2018 silam.

“Sekarang tinggal berdua saja dengan adik. Kebetulan saya baru lulus SMK, kalau adik masih kelas 6 SD. Makanya sekarang masih cari-cari pekerjaan, buat menyambung hidup,” ujar Pancut, biasa ia dipanggil.

Kedua yatim piatu ini tak memiliki saudara dekat lantaran keluarga besar sang ibu berasal dari Aceh. Tanpa sanak saudara di dekat mereka, Meisya dan Pancut mencukupi kebutuhan sehari-hari dari sisa uang tabungan sang ayah yang merupakan pensiunan salah satu bank di Jawa Tengah.

Terkadang, sebagai bentuk simpati dan upaya ‘Jogo Tonggo’, warga secara bergantian memberi kebutuhan pokok seperti beras.

“Kalau nasi kami masak sendiri, tapi lauknya beli,” kata Pancut.

Baca juga: Semua Lapas di Jateng Bakal Dijadikan Kantong Plasma Konvalesen

Baca juga: Waduh! di Grobogan Perangkat Desa dan Karyawan SPBU Dapat BST, Kok Bisa?

Pancut berbagi cerita dengan Mbak Ita, sapaan Wakil Wali Kota Semarang. Setelah lulus SMK Pelita Nusantara, ia berharap bisa segera mendapat pekerjaan untuk menyambung hidup.

“Pinginnya bisa dicarikan pekerjaan bu. Kemarin, saya sudah mengajukan lamaran pekerjaan di Alfamart dan Indomaret terdekat, tapi belum ada informasi lagi, buat nyambung hidup,” ungkapnya.

Apalagi, tanggung jawab keluarga kini harus diemban Pancut, ia harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai cicilan usai sang ayah meninggal. “Masih harus bayar cicilan motor dan TV per bulan, juga buat bayar kekurangan ambil ijazah di SMK,” keluhnya.

Mbak Ita ‘trenyuh’, ia lantas meminta RW setempat mendata keperluan dari dua anak yatim piatu ini.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Suruh Rhoma Nyanyi Saat Mau Curhat

Baca juga: Keluarga Tio Jamin Uang Rp2 Triliun Cair, Polisi : Sebelum Terbukti Rumah Ybs Kita Jaga Ketat

“Saya akan bantu bayar cicilan, bantu pembayaran ijazah dan untuk keperluan sehari-hari. Kita perlu support mereka, apalagi si sulung ini kan baru lulus SMK dan butuh bantuan untuk mengambil ijazah, dan juga kesulitan mencari pekerjaan,” papar Ita.

Selama ini, sambung Ita, mereka berdua tidak tahu bagaimana sang ayah mengelola keuangan, sehingga mereka harus hidup mandiri mengandalkan uang simpanan yang ada dibantu warga sekitar.

“Tugas kita adalah membantu meringankan beban mereka, membantu mencarikan pekerjaan, tadi juga pak Camat Tembalang siap membantu mencukupi kebutuhan mereka per bulan, saling support ini yang dibutuhkan supaya anak-anak ini hidup mandiri seperti anak lainnya,” ajak Ita. (Sunarto)

Baca juga: Lakukan Aksi Sosial, Mahasiswa Jateng Banyak Terima Pujian, Netizen: Halo BEM UI?

Baca juga: Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum


Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait