Dinkes Pangandaran Imbau Peserta Vaksinasi Jujur Saat Screening

News —Jumat, 20 Aug 2021 09:36
    Bagikan  
Dinkes Pangandaran Imbau Peserta Vaksinasi Jujur Saat Screening
Image/Istimewa

PANGANDARAN, MATAJATENG

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengimbau bagi para peserta vaksin agar jujur saat menjalani screening atau wawancara sebelum dilakukan penyuntikan vaksin.

Imbauan tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja Vaksinasi Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi

"Sebelum penyuntikan vaksin, petugas vaksinasi akan melakukan screening untuk meyakinkan apakah yang bersangkutan layak atau tidak untuk divaksin," ujar Yadi Kamis 19 Agustus 2021.

Menurut Yadi, petugas vaksinasi akan memberikan pertanyaan sebanyak 12 pertanyaan kepada calon peserta vaksinasi.

"Pertanyaan petugas harus dijawab dengan jujur oleh calon peserta, karena jika tidak jujur akan berdampak pada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI," katanya.

Yadi menjelaskan, di Kabupaten Pangandaran pernah terjadi seorang remaja mengalami pingsan setelah mengikuti vaksin. Dan yang bersangkutan itu pingsan setelah divaksin lantaran tidak jujur saat dilakukan screening ketika ditanya petugas apakah sudah sarapan atau belum, peserta itu mengaku sudah.

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Seblak Bandung Dengan Mudah

Baca juga: Kisah Nenek Gayung yang Memandikan Jenazah

"Padahal, setelah petugas mengkonfirmasi kepada orang tua remaja peserta vaksin yang pingsan, orang tua itu menerangkan bahwa anaknya belum sarapan," ungkap Yadi.

Yadi menegaskan, kejadian serupa tidak terulang lagi karena akan berdampak buruk dari kejadian jika peserta vaksin tidak jujur.

"Jadi, sekali lagi saya tegaskan peserta harus jujur agar kejadian yang berdampak pada petugas tidak terulang," harapnya.

Yadi mengatakan, yang bisa mengikuti vaksinasi di antaranya yang memiliki penyakit penyerta ringan, orang dengan tekanan darah tinggi tidak lewat dari 180 mm hg, orang lanjut usia dengan usia 60 tahun keatas, ibu hamil. Sementara bagi yang sedang sakit dada atau sesak atau sering merasa cape jika berjalan dalam jarak dekat bisa ditangguhkan.

"Untuk penyitas Corona baru bisa divaksin setelah 3 bulan sembuh," tambahnya.

Yadi menyampaikan, Kabupaten Pangandaran saat ini memiliki empat jenis vaksin di antaranya, moderna, sinovac, sinofam, astrazaneca. Untuk ketersediaan vaksin tercatat sebanyak 40 ribu dosis untuk target sasaran vaksin kategori anak berusia 12 tahun hingga 17 tahun, kategori produktif atau masyarakat umum dari mulai usia 12 tahun hingga 59 tahun.

"Agar mempercepat program vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memiliki 345 petugas vaksinasi dan dalam penugasannya per tim beranggotakan 12 orang petugas," tandasnya, (Deni)

Baca juga: Simak! 5 Jembatan yang Terkenal Akan Keangkerannya

Baca juga: Mahar Sebesar US$ 72.300 di Hari Pernikahan Lesti dan Rizky Billar

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait