Tradisi Unik di Bulan Muharam, Santri Life Skill Daarun Najaah Wajib Mandi Taubat

News —Minggu, 29 Aug 2021 19:04
    Bagikan  
Tradisi Unik di Bulan Muharam, Santri Life Skill Daarun Najaah Wajib Mandi Taubat
Para santri Life Skill Daarun Najaah mandi taubat untuk membersihkan diri lahir dan batin di bulan Muharam/ Foto:istimewa

SEMARANG. MATAJATENG

Para santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang ini memiliki tradisi unik. Di antaranya sepakbola api dan kegiatan lainnya yang tidak dilakukan oleh pondok pesantren kebanyakan. Pada bulan Muharam ini para santri melakukan ritual mandi taubah bertempat di Sendang Thiban Shirothol Mustaqim Roudlotus Saidiyyah, Gunung Pati, Semarang.

Para santri berangkat dari pondok secara bergantian menggunakan kendaraan bermotor dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Pengasuh Life Skill Daarun Najaah, Dr KH Ahmad Izzuddin MAg mengungkapkan, agenda ini dilaksanakan dalam rangka membersihkan diri, baik lahir maupun batin.

“Mudah-mudahan kabul. Semoga energi-energi positif para santri dapat terbangun untuk semangat yang lebih baik lagi,” ungkap kiai sekaligus wakil dekan III UIN Walisongo tersebut.

Baca juga: Heboh Pembubaran Konvoi Sepeda Tidak Patuh Prokes di Semarang

Baca juga: Habib Syech Tangisi Ganjar, Ada Apa?

Mandi taubat tersebut dipandu langsung oleh KH Moh Said Al Masyhad selaku pengasuh Pondok Pesantren Mustaqim Roudlotus Saidiyyah. Kiai Said menuturkan bahwa mandi taubat hukumnya wajib karena kita semua memiliki dosa kepada Allah. Dia juga menganjurkan agar mandi taubat bisa dilakukan secara rutin, walaupun hanya satu tahun sekali.

“Sebenarnya mandi taubat itu dilaksanakan setiap malam. Kalau tidak bisa, ya sebulan sekali. Kalau masih belum bisa, ya tiga bulan sekali. Tidak bisa juga, paling tidak setahun sekali,” ungkap Kiai Said.

Menurut dia, mandi taubat merupakan amalan yang dilaksanakan para nabi dan para wali. Dari para wali sembilan, amalan tersebut kemudian diturunkan dan diamalkan oleh keluarga beliau secara turun-temurun.

Kiai Said bercerita bahwa Sandang tersebut pada awalnya hanyalah hutan belantara. Melalui berkat fadilah istighfar, mengedepankan ketaatan, dan mujahadah kepada Allah selama bertahun-tahun lamanya akhirnya turunlah hujan. Jadilah tempat tersebut menjadi suatu kebun dengan air yang mengalir hingga menjadi tempat yang indah seperti sekarang ini.

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Ayam Cola Dengan Mudah

Baca juga: Ramalan Zodiak Minggu 29 Agustus 2021 Gemini Alami Masalah Pencernaan, Libra Tekanan Darah Tidak Stabil

Kepada para santri, Kiai Said berpesan agar terus membaca istighfar dan melakukan taubat kepada Allah. Hal tersebut merupakan pesan Alquran yang jika dipraktikkan, akan berhasil. “Kita semua adalah penerus. Ke depan, semoga semuanya menjadi pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Menjadi soleh dan solehah. Yang putra menjadi kyai besar, yang putri menjadi bu nyai dan pemimpin yang besar. Semoga setelah mandi taubat ini, diangkat derajatnya setinggi-tingginya,” harap Kiai Said.

Selaku santri putri Life Skill Daarun Najaah, Antika mengungkapkan merasa bangga mendapatkan momen langka seperti ini. “Saya senang dan bangga karena ini momen langka yang bagi saya sangat berkesan. Semoga berkat mandi taubat ini lebih positif ke depannya,” ungkap santri putri asal Kendal tersebut.

Tidak berbeda dengan Rafi’oul Syah, ia merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan untuk pembersihan diri secara lahir dan batin tersebut. “Alhamdulillah, adanya agenda ini semoga menjadi media untuk membersihkan hati, badan, dan pikiran. Energi-energi positif yang lama terpendam dapat segar kembali,” ujar santri putra Life Skill asal Nusa Tenggara Timur tersebut. (Sunarto)

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait