Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Perempuan di Pondok Aren, Keterangan Saksi dan Polisi

Olahraga —Rabu, 26 Aug 2020 12:35
    Bagikan  
Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Perempuan di Pondok Aren, Keterangan Saksi dan Polisi

Terasjabar.id - Penemuan mayat perempuan yang diketahui berinisal HY (31) di rumah kontrakan di bilangan Kampung Kebantenan, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) menggegerkan warga sekitar pada Selasa (25/8/2020).

Rumah kontrakan tiga petak tersebut dihuni oleh NZ, seorang pria yang bekerja sebagai sekuriti, seorang diri.

Kronologi penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan itu bermula sejak Sabtu (22/8/2020).

Siti Maysaroh (36), tetangga yang tinggal tepat di sebelah tempat kejadian perkara, mengungkapkan, NZ datang bersama HY mengendarai sepeda motor pada sekira pukul 14.00 WIB, Sabtu.

Saat itu, Maysaroh baru pertama kali melihat HY. NZ dan HY masuk ke dalam rumah kontrakan.

NZ sempat keluar dan menegur Maysaroh sambil mengeluarkan kandang burung.

"Pas sebelum masuk NZ keluar tuh ngeluarin kandang burung, sempat negur 'mpok', 'eh iya' sudah negur begitu doang habis itu masuk nutup pintu," ujar Maysaroh kepada TribunJakarta.com di lokasi.

Beberapa jam kemudian sekira pukul 17.30 WIB, Maysaroh mendengar suara sepeda motor NZ pergi.

"Sabtu, penghuni kontrakan (NZ) datang bersama seorang wanita (HY). Keluar lagi aku dengar suara dia sebelum magrib tapi aku enggak lihat dia sama siapa," ujarnya.

Setelah itu, tidak ada aktivitas di rumah kontrakan NZ.

Maysaroh mengira rumah kontrakan NZ sudah kosong karena pintu dalam keadaan terkunci.

Sampai akhirnya pada Senin (24/8/2020), Maysaroh mencium bau busuk.

Ia sempat mengira aroma tidak sedap itu datang dari bangkai tikus ataupun kucing di loteng.

"Pas hari Senin itu bau banget ya. Aku mikir di atas rumah itu ada bangkai tikus atau kucing," ujarnya.

Di hari yang sama, Maysaroh mengatakan, Sigit, teman NZ yang biasa menginap di kontrakan NZ datang.

Ia hendak mengambil tikar dan pakaiannya di kontrakan NZ. Kerena pintu terkunci Sigit masuk ke dalam lewat jendela.

"Senin pagi Sigit masuk ke dalam lewat jendela ngambil tiker sama baju dia," ujarnya.

Sigit bilang ke Maysaroh kalau di dalam kontrakan tercium bau menyengat, namun ia tidak melihat apapun yang mencurigakan.

"Dia belum engeh kalau ada mayat, katanya 'di dalam bau banget mpok' gitu," ujarnya.

Maysaroh meyakinkan bahwa tidak ada aktivitas lain di kontrakan tetangganya itu selain Sigit yang mengambil baju dan tikar.

Ia juga tidak mendengar suara ribut sejak HY dan NZ masuk ke dalam kontrakan.

"Habis itu enggak ada aktivitas di dalam," ujarnya.

Sehari berselang, pada Selasa sore (25/8/2020), warga sekitar mulai tidak tahan dengan bau busuk yang diketahui berasal dari kontrakan NZ berdasarkan pengakuan Sigit, akhirnya menghubungi polisi.

Aparat kepolisian datang ke lokasi pada sekira pukul 17.30 WIB, Selasa.

Aparat langsung memasang garis kuning untuk membatasi akses warga yang berkerumun.

Aparat kepolisian mendobrak pintu dan memeriksa seluruh sudut kontrakan NZ itu.

Didapatlah mayat HY dalam keadaan tanpa busana, terbungkus kain hitam dan selimut, serta terikat lakban.

"Selanjutnya di periksa ditemukan mayat perempuan telanjang, yang sebelumnya diikat, dibungkus dgn kain hitam, dibungkus lagi dengan selimut kemudian dilakban," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (26/8/2020).


Saat ini, jasad HY dibawa ke RSUD Tangerang untuk otopsi.

"Setelah dilakukan olah TKP Satreskrim Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren, mayat dikirim ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi," jelasnya.

Muharram menduga HY adalah korban pembunuhan.

Terkait hubungan HY dengan NZ, mengingat interaksi terakhirnya pada hari Sabtu, Muharram masih mendalami.

"Diduga pembunuhan," ujarnya.

Muharram mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah senjata tajam dari lokasi penemuan mayat HY.

"Ya memang ada beberapa benda senjata tajam ya yang kita temukan yang sudah kita amankan nanti kita akan lakukan pemeriksaan lebih dalam," ujarnya.

HY diduga dibunuh sejak tiga hari sebelum penemuan, tepatnya hari Sabtu saat bersama NZ.

"Kita masih coba melihat lagi, karena kondisi jenazah sudah sekitar tiga hari. Jadi sudah tidak sempurna," ujarnya.(Tribunjabar.id)



Editor: Kashmirx
    Bagikan  

Berita Terkait