SAMPAI DI MANA KAU BERCERITA? Penasaran Yuk Simak Puisi -Puisi Edisi Sabtu 31 Juli 2021

Opini —Sabtu, 31 Jul 2021 10:09
    Bagikan  
SAMPAI DI MANA KAU BERCERITA? Penasaran Yuk Simak Puisi -Puisi Edisi Sabtu 31 Juli 2021
Amir Machmud NS, wartawan senior dan Ketua PWI Jawa Tengah (foto: Istimewa)

MATAJATENG

SKETSA RASA
Puisi-Puisi


Amir Machmud NS

MELEPAS WAKTU

apa yang harus kulepas pagi ini? Matahari menunggu. Ia takkan beranjak sebelum aku memutuskan

bergumpal kelam menandai. Lalu simaklah wajah kusut dewa cahaya. Ia benar-benar mencencangku dengan satu-satunya pilihan

akan aku turutikah kehendaknya?

padahal aku tak siap membiarkan waktu berjalan. Kau tahu aku merasa telah membunuhnya. Dan semua sia-sia.
(2021)


Amir Machmud NS
SESUNYI INI SAJAKKU

sesunyi ini sajakku. Berlipat kegembiraan telah kuusung dalam diksi. Lalu kupahat warna-warna riang di kanvas putih kosong itu. Tak juga kuhasilkan narasi bahagia. Senyap mengurung dan melipat cahayaku

semurung ini puisiku. Tak seharusnya seperti itu musik jiwa mengantarnya. Atau fana memang tak memberi ruang bagi jiwaku. Terkurung dalam kebadian yang jauh, luasnya menghampar tanpa debu, tanpa angin, tanpa cahaya, tanpa suara-suara.
(2021)


Amir Machmud NS
HARI TERLALU MURAM

tak terlalu yakin rindu menuntun resah hingga ujung pagi. Di seberang rasa hanya embusan kata-kata tanpa tanda

tapi ia katakan hari terlalu muram
tapi juga tak terlalu pasti apakah ini kehendak hati. Justru angin yang memanggang cinta menjadi senyawa buram di penggal perjalanan.
(2021)


Amir Machmud NS
SAMPAI DI MANA KAU BERCERITA?

sampai di mana tadi kau bercerita?
yang terpenggal karena amarah menyergap tiba-tiba
dan kita larut dalam gelombang haru-biru
jelas itu bukan narasiku
bukan diksi-diksi lembut
yang selalu kupilih sebagai bahasa rasa

sampai di sinikah kau tutup kisah?
bukan karena episode yang kita sirnakan
lalu kita pastikan seperti inilah pilihan jalan
seberapa pun siul angin tak menenteramkan
sesejuk apa pun tipis gerimis meninabokkan.
(2021)


-- Amir Machmud NS, wartawan senior dan Ketua PWI Jawa Tengah. Puisi-puisinya tersebar di sejumlah media dan antologi bersama. Dua kumpulan puisinya sudah terbit, "Tembang Kegelisahan" (2020), dan "Percakapan dengan Candi" (2021). Antologi ketiganya siap terbit, dengan label "Kematian, Setiap Kali".

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait