Salesman Hebat (Parts 4) Mengejar Uang atau Karir di Posisi Puncak, Strategi Sukses Menjadi Salesman

Opini —Selasa, 24 Aug 2021 10:23
    Bagikan  
Salesman Hebat (Parts 4) Mengejar Uang atau Karir di Posisi Puncak, Strategi Sukses Menjadi Salesman
Salesman Hebat (Parts 4) Mengejar Uang atau Karir di Posisi Puncak, Strategi Sukses Menjadi Salesman/Pinterest

MATA JATENG

By Mas Haji

Godaan seorang salesman sangat banyak. Uang yang utama-nya, iming-iming insentif, trip dan lainnya. Biasanya banyak yang terlena mengejar uang dari penjualan maupun komisi, namun penggunaan uang tidak bijak.

Gaya hidup tiba tiba berubah, karena pegang uang yang cukup melimpah. Semua berubah, naik kelas, baju jadi lebih mahal, HP pingin ganti baru, kendaraan juga, dan bahkan godaan lainnya terutama yang menyesatkan.

Inilah yang perlu di kontrol, perlu edukasi dan pendampingan moral yang kuat. Hidup hemat, tidak boros, gaya hidup harus bisa kontrol sesuaikan pendapatan.
Sisi agama juga menjadi penting untuk terus didengungkan dalam keseharian kerja. Harapannya, salesman fokus bekerja untuk berhasil capai target, tanpa terganggu hal yang tidak perlu.

Karir di dunia salesman, sangat-sangat terbuka. Sudah banyak sekali contohnya, jutaan yang sudah jadi sales manager, General Manager, Direktur, bahkan CEO yang muasal karirnya dari salesman, door to door sama seperti kebanyakan yang lain.
Mereka pasti berkecukupan bahkan berkelimpahan penghasilannya.

Baca juga: Salesman Hebat (Parts 1), Kunci Sukses Menjadi Salesman Hebat 80% Motivasi, Benarkah?

Baca juga: Salesman Hebat (Parts 2), Cara Jitu Cari Uang atau Karir Sesuai Ajaran Nabi

Berikut beberapa strategi sukses berkarir :

1) Bangunlah Track Record yang baik

Berusahalah selalu capai target, atau di atas rata rata, atau lebih baik dari yang lain, atau cari pembeda dalam berprestasi.
Misalnya; berhasil mendapatkan klien besar, atau berhasil menerobos pasar baru paling duluan, dll.
Prestasi terukir sangat penting dalam berkarir, bukan hasil yang rata rata.

2) Jagalah Track Record anda

Nila setitik rusak susu sebelanga, peribahasa ini perlu jadi pengingat. Jangan rusak karir bagus anda dengan hal hal yang tidak perlu.
Jangan terlalu hepi, banyak bermain di luar, itulah godaan nomer satu, lupa berkarir.
Jangan terjebak gaya hidup, hutang, politik kantor dan lainnya. Salesman hebat, bisa jaga dirinya, tahu pilihan tepat yang akan mendukung karirnya.

3) Perkuat Networking internal dan eksternal

Seorang salesman hebat wajib punya kawan banyak, dan hubunganya harus baik.
Wajib punya calon konsumen banyak dan hubungan yang luas.
Jadilah salesman yang original, jujur, tanggung jawab dan jadi pilihan konsumen saat beli.
Bagaimana networking internal di kantor?. Salesman hebat harus berusaha menjadi perhatian dengan prestasi.Kenalilah bos bos anda sampai level tertinggi dengan prestasi anda.
Jago product knowledge, jago jualan, kuat hubungan dengan konsumen potensial, dan lainnya.

Baca juga: Salesman Hebat (Parts 3), Mau Survive dan Income Tinggi di Era Pandemi?

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Geplak, Makanan Khas Yogyakarta

4) Strategi Keluar Masuk

Penyakit utama salesman tidak sukses adalah, terlalu gampang dan terlalu sering keluar masuk.
Anda sebagai salesman boleh keluar atau pindah perusahaan, tapi pastikan; saat pindah harus naik jabatan.
Misal salesman ke koordinator atau supervisor, atau manager ke GM. Kalau tak terpaksa jangan pindah di posisi yang sama walaupun gaji anda naik.

5) Karir atau Uang

Untuk dapat karir yang tinggi akan dibutuhkan kemampuan yang lain, seperti; leadership, komunikasi, menciptakan ide ide terobosan baru, kemampuan coaching dan lainnya. Bila merasa punya kemampuan itu, dorong terus, tingkatkan ilmu dengan training atau kuliah lagi dan kemampuan lainnya.
Bila anda merasa terbatas kemampuan, jangan ragu.

Fokuslah terus menjual sebanyak-sebanyaknya, dapatkan gaji dan bonus terbaik.
Cari dan pilihlah, perusahaan yang bonafid yang bisa menjadi payung kehidupan. Salesman banyak diburu dan akan terus diburu oleh semua dunia usaha.
Jadi, jangan takut, jadilah pemberani!

Salam Hebat!

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait