Mengulik Sejarah Tugu Jogja

Panduan wisata —Senin, 20 Sep 2021 11:51
    Bagikan  
Mengulik Sejarah Tugu Jogja
Mengulik Sejarah Tugu Jogja/ Pinterest

YOGYAKARTA, MATAJATENG

Yogyakarta adalah kota yang selalu dirindukan bagi siapa saja yang pernah singgah atau menetap beberapa waktu. Dikenal sebagai kota pelajar pastinya Jogja menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Jogja juga dikenal sebagai kota budaya, gudangnya tradisi dan banyak terdapat peninggalan sejarah yang sangat eksotis dan perlu kita kunjungi.

Siapa yang tak kenal Tugu Jogja atau "pal putih" (pal juga berarti tugu), sebuah tugu atau monumen berwarna putih, karena warna cat yang digunakan dari dulu berwarna putih. Adapun lokasinya berada tepat di perempatan antara jalan Diponegoro, A.M Sangaji, Jalan Jenderal Sudirman,dan Jalan Pangeran Mangkubumi. Sangat mudah ditemukan dan menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Karena tidaklah lengkap berwisata ke Jogja tanpa berfoto di Tugu Jogja, dan konon siapapun yang pernah berfoto di Tugu Jogja akan selalu rindu untuk berfoto kembali di Tugu Jogja.

Baca juga: Ramalan Zodiak Senin 20 September 2021 Sagitarius Bergantung Pada Pasangan, Leo Sulit Untuk Memutuskan Keputusan

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Es Biskuit Segar


Sejarah Tugu Jogja

Tugu sebelumnya bernama Tugu Golong-Gilig yang dibangun oleh Hamengkubuwana I pada Tahun 1755 silam, pendiri Keraton Yogyakarta. Konon pada saat melakukan meditasi, Sultan Yogyakarta saat itu menggunakan Tugu ini sebagai Patokan arah menghadap puncak Gunung Merapi. Fungsi dari Tugu adalah berisi pesan Sultan yang ditujukan kepada keluarga, abdi dalem, dan rakyat biasa, agar selalu menjunjung tinggi semangat kebersamaan serta menjunjung martabat sebagai manusia. Bentuk awal Tugu berbentuk bola pejal (Golong) dan silinder (gilig) yang diartikan sebagai simbol kebersamaan dan menjunjung tinggi harkat martabat diri dan negara.

Pada Tahun 1867 silam terjadi gempa yang sangat dahsyat, dan Tugu yang berusia satu abad ini runtuh, dan pada saat itu Belanda sudah menduduki Yogyakarta dan Tugu yang runtuh dibangun kembali pada Tahun 1889, namun dengan bentuk yang sangat berbeda secara fisik, berubah menjadi persegi panjang pada bagian bawahnya, dan pada bagian atas dibentuk meruncing, sangat berbeda dengan bentuk awalnya, dengan tujuan memecah belah persatuan antara keraton dan Mataram.

Sejak berdiri hingga kini, Tugu Jogja sudah berusia 3 Abad lamanya, walau sudah berubah bentuk awalnya yang merupakan strategi Belanda untuk memecah belah. Namun semua tidak berpengaruh pada kekuatan dan kebersamaan masyarakat Yogyakarta. Sampai saat ini antusias wisatawan berkunjung untuk berfoto dan mengabadikan momen sangatlah tinggi, apalagi dengan maraknya masyarakat bersepeda, Tugu Jogja dipastikan menjadi cek poin wajib saat "Gowes". Semoga kita tetap bisa menjaga dan merawat bangunan bersejarah yang ada di Indonesia agar kelak anak cucu kita bangga dengan nenek moyangnya. Tetap Jaga Kesehatan dan patuhi protokol kesehatan saat kita berwisata, dirangkum dari berbagai sumber (RB)

Baca juga: Simak! 5 Tempat Berikut Terkenal Angker di Sumedang

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Dimsum Nori Dengan Mudah

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait