Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum

Panduan wisata —Selasa, 3 Aug 2021 14:10
    Bagikan  
Yogyakarta Mempunyai Banyak Sejarah yang Ada di Museum
Image/Pinterest

MATA JATENG

Museum memiliki peran penting dalam mengarsipkan peristiwa atau sosok. Pembelajaran mendalam bisa kita dapatkan dari berkunjung ke museum.Pemerintah DI Yogyakarta memahami pentingnya museum sebagai salah satu media pembelajaran. Karena itulah, sejak tahun 2012, Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY mengeluarkan program Wajib Kunjung Museum (WKM) pada tahun 2012 untuk memastikan setiap sekolah di DIY mendapat kesempatan untuk mengunjungi museum.

Tidak harus anak sekolah, kita pun harus belajar mencintai museum. Berikut daftar museum di DI Yogyakarta yang tidak terlalu populer, tetapi menarik untuk didatangi. Nah ini dia beberapa museum yang wajib anda kunjungi saat di jogja


1.Museum Engine R. Ahmad Imanullah Yogyakarta
Museum Engine Yogyakarta terletak di dalam komplek Museum Dirgantara TNI AU Adisutjipto Yogyakarta.Di museum ini pengunjung bisa mengetahui segala macam seluk beluk mesin pesawat. Mesin-mesin pesawat yang dipamerkan merupakan bekas mesin pesawat yang telah mangkrak.Museum yang diresmikan April 2018 lalu ini banyak bercerita mengenai seluk beluk mesin pesawat yang terdapat di museum. Mulai dari mesin helikopter, pesawat Hercules, Boeing hingga pesawat Sukhoi.


Museum ini merupakan dedikasi kepada R Ahmad Imanullah. Ia adalah seorang pilot yang gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai instruktur penerbang di pangkalan TNI AU Adisutjipto yang termasuk dalam ADEM 86.
Lokasinya berada di Kompleks Landasan Udara Adisucipto, Jalan Kolonel Sugiono, Karang Janbe, Banguntapan, Bantul.

BACA JUGA: Baruna Semarang: Belajar Sejarah Dikelilingi Deburan Ombak


2.Museum Bioantropologi dan Paleoantropologi

Museum ini dibangun bertujuan untuk mengenal manusia lebih jauh dan lebih dalam. Museum Bioantropologi dan Paleoantropologi menyajikan tiga faktor yang mempengaruhi manusia yaitu lingkungan (alam, fauna, flora dsb), budaya, dan manusia yang saling berkaitan.


Di dalam museum ini, kita bisa menemukan replika manusia purba dari Afrika, Eropa, dan Asia. Ada juga replika manusia modern (homo sapiens), serta fosil flora dan fauna.

Lokasinya berada di Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi Fak. Kedokteran UGM, Jalan Medika Sekip Yogyakarta.


3. Museum Benteng Vredeburg

Dilansir melalui laman resmi Disparbud Jogja, Museum Benteng Vredeburg adalah museum yang memiliki diorama perjuangan Indonesia sebelum proklamasi hingga era orde baru, benda bersejarah seperti foto dan lukisan seputar perjuangan kemerdekaan, dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda.


Dahulu, museum ini merupakan benteng peristirahatan milik Belanda hingga pada tahun 1992 resmi menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Yogyakarta.

Museum yang popular dengan nama Museum Benteng Vredeburg ini berlokasi di Jalan Jend. A. Yani No 6 Yogyakarta. Pengunjung bisa masuk ke tempat bersejarah ini hanya dengan memebayar tiket sebesar Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.

BACA JUGA: Keunikan Desa Wisata Kasongan Yang Terkenal Akan Kerajinan Dari Gerabahnya


4. Monumen Yogya Kembali
Monumen Yogya Kembali adalah museum yang akan membawa pengunjung untuk kembali melihat bagaimana peristiwa kembalinya Jogja ke tangah Pemerintah RI, setelah ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta melalui diorama, peristiwa penting kemerdekaan Indonesia melalui relief, dan banyak lagi.Museum yang juga kerap disebut dengan Monjali ini berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektar dan memiliki struktur bangunan yang unik dengan bentuk kerucut layaknya sebuah gunung.


Bentuk ini ternyata merupakan lambang kesuburan dan juga bermakna sebagai upaya pelestarian budaya nenek moyang pra sejarah.
Monumen Yogya Kembali terletak di Ring Road Utama Yogyakarta dengan biaya masuknya yang hanya merogoh kocek sebesar Rp 10.000 saja.


5. Museum History of Java

Museum History of Java adalah museum yang menyediakan informasi mengenai sejarah lengkap Pulau Jawa melalui masa kejayaan kerajaan, kebudayaan, hingga peninggalan yang ada di tanah Jawa.

Dilansir melalui laman resminya, museum ini menjadi satu-satunya di Jogja bahkan di Jawa Tengah yang menggunakan teknologi terkini yakni Augmented Reality (AR) sehingga belajar budaya Jawa menjadi lebih menarik.


Pengunjung museum akan mendapatkan enam paket wisata dengan membayar sebesar Rp 30.000 per orang. Museum History of Java sendiri beralamat di Jalan Parangtritis KM 5.5, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait