Salah Satu bangunan Dalam Garis Imajiner Gunung Merapi, Tugu, dan Kraton Yogyakarta Atau Sering Disebut Panggung Krapyak,Ternyata Ini Fungsinya

Panduan wisata —Rabu, 4 Aug 2021 14:26
    Bagikan  
Salah Satu bangunan Dalam Garis Imajiner Gunung Merapi, Tugu, dan Kraton Yogyakarta Atau Sering Disebut Panggung Krapyak,Ternyata Ini Fungsinya
Image/Pinterest

MATA JATENG

Bangunan panggung krapyak bisa anda temui jika anda berkunjung ke Yogyakarta, tepatnya di sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Bangunan ini merupakan bangunan bersejarah berbentuk ruangan yang menyerupai kubus, pada masa Kasultanan Mataram, panggung krapyak digunakan sebagai tempat pengintaian saat berburu binatang, seperti rusa atau Menjangan, maka masyarakat sekitar sering menyebut bangunan ini sebagai "kandang menjangan".

Dilansir dari Wikipedia Panggung Krapyak ini dibangun sekitar Tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono l yang mempunyai fungsi sebagai pos berburu dan pertahanan dari binatang buas. Pada zaman dahulu daerah krapyak merupakan hutan lebat dengan berbagai macam binatang liar, seperti rusa atau Menjangan, maka tidak heran jika daerah ini menjadi tempat berburu oleh Raja-raja Mataram.

BACA JUGA: Mengunjungi Tiongkok Kecil Heritage Lasem, Destinasi Wisata Rembang yang Mirip Dengan Bangunan China


Bangunan Panggung Krapyak termasuk bangunan yang terletak pada garis imajiner, yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Panggung Krapyak, dan Pantai Parangtritis. Poros Panggung Krapyak hingga Kraton menggambarkan perjalanan kehidupan manusia dari lahir hingga dewas.


Wilayah sekitar panggung melambangkan kehidupan manusia saat masih dalam kandungan, ditandai dengan adanya kampung Mijen disebelah Utara panggung krapyak sebagai lambang benih manusia. Jadi jika anda mengunjungi panggung krapyak maka anda mengunjungi bagian penting dari Kraton Yogyakarta.

Bagi anda yang ingin mengunjungi sangat mudah menemukan bangunan yang berukuran 17,6 m x 15 m dan tinggi 10 m. Dari alun-alun selatan anda tinggal lurus keselatan, nanti anda akan menemukan bangunan dengan arsitektur unik, bangunan yang setiap sisinya memiliki pintu dan dua buah jendela. Namun anda tidak bisa masuk kedalam bangunan karena semua pintu dan jendela ditutup dengan pagar besi.

Bagi anda yang menuju kesana dengan mobil harus mencari lokasi parkir agak jauh dari lokasi, karena bangunan ini tepat ada di perempatan jalan KH. Ali Maksum, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga kita bisa menjaga bangunan-bangunan bersejarah agar kelak anak cucu kita tetap bisa menikmati keindahan sejarah leluhurnya, dan membanggakannya. Tetap semangat, jaga protokol kesehatan agar kita bisa terus jalan-jalan menikmati keindahan Indonesia.(RB)

BACA JUGA: Baruna Semarang: Belajar Sejarah Dikelilingi Deburan Ombak

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait