Berwisata Sekaligus Memahami Sisi Mistis Lawang Sewu

Panduan wisata —Senin, 9 Aug 2021 14:32
    Bagikan  
Berwisata Sekaligus Memahami Sisi Mistis Lawang Sewu
Image/Pinterest

SEMARANG, MATAJATENG

Banyak yang bilang bahwa berkunjung ke Kota Semarang belum lengkap dan afdhal jika belum singgah dan bermain ke destinasi objek wisata Lawang Sewu.

Lawang Sewu? Apakah itu? Sobat Mata Jateng sudah tahu belum nih? Iya, Lawang Sewu ini turut dianggap sebagai saksi sejarah jauh sebelum Indonesia merdeka, apalagi pas di era kolonial Belanda. Pantesan ya, auranya itu kental banget. Ya, nggak? Ya, kan? Hehehehe...

Lawang Sewu sekarang turut dijadikan ikon unik kota Semarang lho, Sobat, serta juga dijadikan sebagai destinasi wisata yang selalu ingin dikunjungi lagi dan lagi. Dan tahukah Sobat, sekalipun nih ya bahwa nama bangunannya itu adalah Lawang Sewu, tapi sebenarnya nih itu bangunan tidak memiliki sribu pintu juga lho (kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia). Melainkan... Ayo coba tebak berapa pintu? Nah! Tepat sekali. Hanya 492, Sobat!

Lha, jadi sisa 508 pintunya lagi kemana dong? Hihihi. Kurang tahu sih, tapi yang pasti yah Sobat Mata Jateng, bahwasanya bangunan khas kolonial Belanda ini mempunyai banyaaaak sekali jendela-jedela besar lho, tuh dari fotonya saja Sobat bisa lihat dengan jelas kan, plus apalagi kalau sudah tiba di sana besok, Sobat bisa menyaksikan deh dari kejauhan pun banyak sekali pintu yang dimiliki oleh Lawang Sewu ini.

BACA JUGA: Wahana Puri Maerokoco (Grand Maerakaca): Belajar Mencintai Negeri Sendiri


Adapun berbicara tentang garis sejarah dan kisah mistis yang beredar di kalangan masyarakat tanah Jawa, bahwasanya memang benar bahwa bangunan ini sendiri telah dibangun pada tahun 1904 dan kemudian mengalami finishing di tahun 1907.

Tepat sekali, 3 tahun dibangun selesai. Dan perlu diketahui juga, bahwa pertama kalinya, gedung itu tuh dipakai sebagai kantor Nedelands-Indische Spoorweg Maatschappij alias NIS, yang mana ini merupakan sebuah kantor perkeretaan yang ada di masa pemerintahan kolonial Belanda. Namun nih, sayangnya perkembagan perkereta-apian di masa itu sangat pesar, sampai bangunannya pun tak lagi cukup memadai.

Waktu berlalu pun, ketika bangunan ini ditinggalkan oleh NIS, bangunan ini tuh dijadikan sebagai tempat penjara. Dan ada juga tuh beberapa ruangan dis ana yang khususnya berada di abwah tanah, itu diperuntukkan sebagai ruang tahanan untuk menyiksa. Banyak kisah, mitos, dan pembicaraan yang beredar dan mungkin pastinya Sobat Mata Jateng sudah tahu lah ya, kalau kita ke sana nih dan melihat langsung tuh lokasi penjara bawah tanah bakal terasa sekali bulu roma bergidik.

Huhuhu... Kenapa bisa gitu? Yah, pikirkan saja sendiri coba Sobat, banyak tahanan yang disiksa di ruang gelap kurang udara alias oksigen dan dilaporkan meninggal. Badannya entah dikuburkan sesuai dengan perikemanusiaan atau tidak, entahlah kan ya? Karena ini juga menjadi alasan dan rahasia umum bahwa Lawang Sewu pekat sekali dengan sisi horornya. Duhhh, berwisata tapi uji nyali juga kan keren yaa! Xixixixi

Nah, ada lagi nih tambahan sisi horornya. Apa? Tepatnya, di samping adanya ruang penjara bawah tanah itu, ada juga sisi memudarnya bangunan-bangunan (secara fisik) di area Lawang Sewu ini, dan itu juga mengalami kekosongan bertahun-tahun. Menambah kepekatan rupa gedung yang tampak seperti tidak terurus (ibarat ditinggal istri lah, jadi kurang terawat gitu), makanya tampak menyeramkan. Kalau warga sekitar sih sering bilang mereka sudah biasa dengan yang namanya penampakan makhluk astral.

Nah, kalau Sobat Mata Jateng gimana coba? Masih berani masukkan inis ebagai list target objek wisata, nggak? (Dyah)

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait