Puisi-Puisi Candi

Sketsa Rasa —Sabtu, 11 Sep 2021 10:28
    Bagikan  
Puisi-Puisi Candi
Puisi-Puisi Candi Oleh Amir Machmud NS/Pinterest

Oleh: Amir Machmud NS


KHUSYUK MENYIMAK SEMESTA

sempatkah khusyukmu menyimak alam
di semesta percandian
ia selalu berendah adab
dari ruap takabur manusia

angin, badai, air, banjir
tak kalian rasakankah
alam menandai dengan ayat-ayat awal
dan mungkin baru awal

dan bahkan Sambarabudara
dan bahkan candi Syiwa
pernah terhempas mahapralaya

tak jengahkah manusia bersipongah
dengan rona ketakaburan
dengan wajah kekuasaan
kepada alam kepada sesama?
(2021)

Baca juga: Waduh! Tangis Pilu Bidan Desa Pulau Parang, Ada Misteri Apa?


DI GERBANG CINTA SAMBARABUDARA

kutunggu kau di swargabumi
di gerbang Sambarabudara
dengan cinta menyapa
datanglah dengan sepenuh rasa
rindu kan menemu muara

kusambut kau di altar cahaya
Magelang membuka tangan
inilah pusat kebudayaan
bukankah kalian selalu bicara
tentang mahakarya
: di sini tahtanya

pastikan kalian paham
tentang Jinalaya Buddha
tentang anggitan Empu Gunadarma
abadi terprasasti di sini

takkan pikiran ke mana-mana
mengembarakan perjalanan
kau pastikanlah
: Borobudur itu Magelang
Magelang itu Borobudur
bukan imaji yang tertidur.
(2021)

Baca juga: Sebar Apem di Yaqowiyyu Jatinom Ditiadakan, Bakal Diganti Doa Kebangsaan


EKSOTIKA RAKSASA HITAM

kemarau atau basah
tak juga sirna resah
memandang ke ketinggian
eksotika raksasa hitam

segagah itu Candi Barong
menguasai bebukit hijau
: tak tergetarkah nyali
menimang ketakjuban
seonggok besar warisan
dari masa silam yang gemilang

bersijingkit kutinggalkan bukit
saat sisa senja mengingatkan
sejarah tak berhenti hanya di sini.
(2021)

Baca juga: Cek Pembangkit Listrik Pulau Parang, Ganjar Temukan Ratusan Baterai Mati


DI SISA EMBUN

sisa hujan masih melekat
di relief-relief basah
tak kalian sadarikah itu sejarah?

tetumpuk batu saling bersandar
menyaksi hidup dari zaman ke zaman
tak kalian pahamikah itu sejarah?

negeri ini membutuhkan candi-candi
untuk menyusun bukti bakti
yang tak terbuang oleh masa

tak kalian lihatkah itu
sebagai pesan masa lalu
untuk masa depan yang tak terbayangkan

sisa embun merawat kesejukan
di batu-batu, arca, relief, dan kehijauan
dan kita meraih makna tak terperkirakan.
(2021)


-- Puisi-puisi di atas dinukil dari antologi "Dari Perasaban Gunadarma" yang siap untuk diterbitkan. Logi kedua "Percakapan dengan Candi" ini merupakan bagian dari sejumlah antologi Amir Machmud NS yang puisi-puisinya tersebar di berbagai media dan antologi bersama.

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait