Waktu, Dalam Ketiadaan Oleh Amir Machmud NS

Sketsa Rasa —Sabtu, 21 Aug 2021 09:59
    Bagikan  
Waktu, Dalam Ketiadaan Oleh Amir Machmud NS
Waktu, Dalam Ketiadaan Oleh Amir Machmud NS

MATA JATENG

Oleh: Amir Machmud NS


CAHAYA YANG MENYIRAM

tentu tak secara tiba-tiba cahaya itu mengurung rongga hidupku. Siapa yang mampu menelusupkan sinar dari celah yang aku sendiri pun tak menemukannya?

aku takkan mengurainya. Biarlah cahaya itu menjadi seperti ruap matahari pagi yang menyiramkan energi hangat tubuh dan menyegarkan angan

dalam terangnya kutemukan rasa. Dalam rasa kucecap kehangatan. Takkan kusoal dari mana ia tiba. Kudapatkan rekah nikmat pori-pori yang kini memancar menjadi kiblat pikiran, pelan-pelan meninggalkan kusam masa lalu

di depan, kuyakin cahaya itu makin menyiramkan makna.
(2021)

Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 21 Agustus 2021 Taurus Alami Flu dan Pusing, Cancer Stres Karena Banyak Beban Pikiran

Baca juga: Drama Korea Hospital Playlist 2 Episode 9 Sub Indo, Gyewool Sepertinya Menyimpan Rahasia Untuk Disampaikan Kepada Jung Won


SUNGAI ITU SEPERTI DIRIKU

sungai itu seperti hidupku. Gemericik airnya sabar menghalau waktu yang pernah bergemuruh. Kini betapa dia mengalun tenang sebening itu

pernah dia meriuh hiruk pikuk. Mengempas banjir menyingkirkan bebatu dan ranting-ranting lepas bersilangan. Warnanya keruh kuning kecokelatan seperti jiwa yang meronta

sungai itu seperti diriku. Kulihat pada titik tenang dan pada amuk air. Tapi kucoba menjadi gemericik bening. Tapi kubertahan agar tak lagi membawa warna keruh kuning itu.
(2021)


WAKTU, DALAM KETIADAAN

kehadirannya adalah ketiadaan. Begitulah waktu berhenti di simpul makna. Tapi ia pergi lagi. Lalu pergi, lalu pergi

tak lagi bisa kueja. Sia-sia puisi menerjemahkan. Malam sudah terlalu dalam menyurukkan entah ke bibir mimpi atau ke sesingkap kesadaran. Ia hanya menjadi ketiadaan

tapi bisa kurasakan muramnya. Waktu tak juga meninggalkan kesia-siaan. Kadang
ia memberi jeda perjalanan. Bukan sama sekali berhenti

: apakah nasib sudah memastikan
atau takdir telah menggariskan?
(2021)


-- Amir Machmud NS, wartawan senior, dosen, dan penulis buku. Dia telah menerbitkan 20 buku, tiga di antaranya antologi puisi: Tembang Kegelisahan (2020), Percakapan dengan Candi (2021), dan Kematian, Setiap Kali (2021).

Baca juga: Drama Korea Penthouse 3 Episode 11 Sub Indo, Sim SU Ryeon tak Ingin Tinggal Diam dan Ngambil Tindakan Untuk Cheon Seo Jin

Baca juga: Mempelajari 5 Tarian Tradisional yang Masih Melekat Hingga Saat Ini

Editor: Lila
    Bagikan  

Berita Terkait